Bupati Sampaikan Pesan Ini Kepada Warga Binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang Tidak Dapat Remisi
kehidupan di lapas juga tidak melulu perihal sanksi akibat kesalahan yang pernah dilakukan warga binaan.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyerahkan remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon, Senin (17/8/2020).
Penyerahan remisi umum dalam rangka hari kemerdekaan RI itu berlangsung di Auditorium Lapasustik Kelas IIA Cirebon, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan itu, sebanyak 527 dari total 738 warga binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon mendapatkan remisi hari kemerdekaan RI.
Sementara 211 warga binaan lainnya tidak mendapatkan remisi karena tidak memenuhi persyaratan.
Imron berpesan, kepada 211 warga binaan yang tidak mendapatkan remisi untuk lebih menginstrospeksi diri.
• Daftar Harga Hp Oppo Agustus 2020, Mulai Rp 1 Jutaan A5, A9, A12, F11, F15, Reno 3 hingga Reno 4
• Emak-emak Bonceng 2 Anak Naik Motor, Terobos Lampu Merah, Anaknya Tewas Tergilas Truk, Emak Selamat
• Download MP3 Lagu Kulepas Dengan Ikhlas - Lesti Kejora, Lengkap Dengan Video Klip dan Lirik
Menurut dia, tidak didapatnya remisi merupakan kesempatan untuk memperbaiki pribadi dan mendekatkan diri kepada tuhan.
"Ini momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata Imron Rosyadi saat ditemui seusai kegiatan.
Ia mengatakan, kehidupan di lapas juga tidak melulu perihal sanksi akibat kesalahan yang pernah dilakukan warga binaan.
Imron juga menilai, hidup di balik jeruji besi bukanlah suatu hal yang hina, karena warga binaan merupakan orang-orang yang disayang tuhan.
Pasalnya, warga binaan yang menjalani masa tahanan di lapas mempunyai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Selain itu, kehidupan di lapas juga bisa membuat warga binaan merenung dan menyadari kesalahannya di masa lalu sehingga tidak lagi mengulangi perbuatannya.
"Warga binaan ini merupakan orang yang diberi waktu dan kesempatan untuk lebih dekat dengan tuhan," ujar Imron Rosyadi.
Bahkan, ia menyebut ulama terkenal, Imam Ghazali, juga dikisahkan semasa hidupnya pernah dipenjara.
Namun, selama di penjara tersebut Imam Ghazali justru memanfaatkannya untuk menulis banyak kitab.
"Jika di luar sempat terlena, maka di dalam (lapas) menjadi momen penting untuk intorspeksi diri dan lebih dekat dengan Allah swt," kata Imron Rosyadi.