Breaking News:

SBMPTN 2020

Lolos SBMPTN 2020, Peserta UTBK Tak Otomatis Jadi Mahasiswa Baru, Harus Registrasi Tepat Waktu

peserta yang tidak lolos SBMPTN masih memiliki kesempatan untuk diterima di perguruan tinggi yang dituju melalui jalur mandiri.

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
UTBK SBMPTN 2019 Gelombang II Resmi Dibuka (WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG) 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) akhirnya mengumumkan daftar peserta yang lolos dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. Dari 702.420 peserta yang mendaftar UTBK, hanya 23,87 persen yang dinyatakan lulus.

"Yang lulus (SBMPTN) ada 167.653 peserta. Kalau dipersentasekan sekitar 23,87 persen. Ini berarti kurang lebih keketatan secara nasional satu banding lima,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, dalam pengumuman melalui konferensi video, Jumat (14/8).

Nasih mengatakan, dari 702.420 peserta yang ikut UTBK itu, 156.060 di antaranya adalah pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dan 546.370 peserta reguler. Tercatat 28,55 persen atau sebanyak 44.554 peserta KIPK dan 22,53 persen atau sebanyak 123.099 peserta reguler lolos SBMPTN 2020.

Selain 167.653 peserta yang lulus, kata Nasih, juga ada 510 peserta UTBK yang didiskualifikasi; 218 di antaranya didiskualifikasi karena kedapatan membawa ponsel saat ujian.

Sisanya didiskualifikasi karena foto yang diunggah pada pendaftaran atau dibawa ketika ujian tidak sesuai dengan wajah peserta, atau berbicara dengan peserta lainnya saat ujian.

Daftar Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2020: Galaxy A01 Core, Galaxy M31 Hingga Galaxy S20 Ultra

Yati Takut Anaknya yang Kuliah di Kedokteran Unpad Berhenti di Tengah Jalan, Takut Gak Bisa Bayar

Bacaan Niat Sholat Dhuha di Pagi Hari Sebelum Beraktivitas Dilengkapi Doa dan Keutamaan

Nasih juga mengingatkan, meski lolos dalam SBMPTN, para peserta tidak otomatis menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang dituju. "Karena ada syarat yang harus diikuti, misalnya buta warna. Juga persyaratan yang dibutuhkan masing-masing PTN," ujarnya.

Peserta yang lolos juga perlu memperhatikan jadwal daftar ulang dan biaya uang kuliah tunggal (UKT) tiap PTN. Sebab, bisa jadi peserta gagal menjadi mahasiswa baru jika terlewat jadwal mendaftar ulang.

"Peserta yang bukan pemegang KIP Kuliah tapi berasal dari keluarga tidak mampu diharapkan langsung menghubungi PTN bersangkutan untuk difasilitasi. Kita tidak ingin ada peserta lulus tapi karena aspek ekonomi tidak daftar ulang," jelasnya.

Nasih mengatakan, peserta yang tidak lolos SBMPTN masih memiliki kesempatan untuk diterima di perguruan tinggi yang dituju melalui jalur mandiri. Pada jalur mandiri ini, setiap PTN memiliki kuota minimal 30 persen dari keseluruhan daya tampungnya.

Pada bagian lain, Nasih mengatakan, sertifikat nilai UTBK dapat diunduh mulai 15 Agustus pukul 15.00 WIB.

Beda Data
Kepala Kantor Komunikasi Unpad, Dandi Supriadi, mengatakan, berbeda dengan tahun lalu, data calon mahasiswa baru hasil SBMPTN pada tahun ini belum dapat mereka publikasikan di media massa meskipun secara daring, nama-nama peserta yang lolos SBMPTN itu sudah diumumkan oleh panitia LTMPT.

"Situasi di Unpad sekarang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu saat pengumuman SBMPTN datanya sudah pasti karena nilai UTBK sudah diumumkan jauh sebelumnya. Untuk tahun ini, kami belum bisa mengeluarkan SK Rektor terkait publikasi hasil SBMPTN karena masih harus dicek satu per satu akibat banyak data yang tidak sesuai antara di lapangan dengan dari LTMPT. Terlebih lagi kondisi masih bergerak sehubungan dengan nilai UTBK yang baru diumumkan besok (15/8)," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun melalui pesan singkat, kemarin.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengatakan, setelah dinyatakan lulus seleksi SBMPTN, para calon mahasiswa wajib melengkapi biodata dan melaksanakan registrasi. Registrasi mahasiswa baru SBMPTN akan dilakukan secara daring, menyesuaikan diri dengan situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi Covid-19.

"Masa pengisian data registrasi administratif dibuka tanggal 17-19 Agustus 2020 di laman Students Unpad. Pada proses ini, calon mahasiswa juga mengunggah sejumlah dokumen yang dibutuhkan. Persyaratan mengenai dokumen yang diunggah bisa dilihat pada laman SMUP Unpad," ucapnya

Selanjutnya, Unpad akan memverifikasi data dan dokumen yang diunggah calon mahasiswa pada 19-21 Agustus 2020. Calon mahasiswa dapat mengetahui jumlah tagihan uang kuliah di laman Students Unpad dan wajib melakukan pembayaran melalui salah satu bank mitra Unpad pada 23-26 Agustus 2020. Uang kuliah ini memperhitungkan kemampuan orang tua.

Setelah pembayaran diterima, Unpad akan menerbitkan Surat Tanda Bukti Resmi Menjadi Mahasiswa melalui surat elektronik yang dikirim ke setiap mahasiswa baru pada 23-29 Agustus 2020. Masa perkuliahan tahun akademik 2020/2021 akan dimulai pada 29 Agustus mendatang.

“Cermati ketentuan dan informasi terkait registrasi daring dari laman resmi Unpad,” katanya. (cipta permana/tribun network/fah/dod)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved