Anggota DPRD Garut Positif Covid

Dua Anggota DPRD Garut Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor DPRD Langsung Ditutup Selama 2 Pekan

KC-58 merupakan warga Kecamatan Pangatikan berusia 52 tahun berjenis kelamin laki-laki. KC-58 tak berhubungan dengan klaster DPRD Garut.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Firman Wijaksana
Ilustrasi - Enam pasien positif Covid-19 di RSUD dr Slamet Garut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Selasa (19/5/2020). 

Dengan begitu, tak perlu menunggu waktu lama untuk memastikan pasien dapat keluar dari rumah sakit. Jumlah pasien positif di Garut hingga kini sebanyak 54 orang. Dari jumlah itu, 37 sembuh dan hanya 13 yang menjalani perawatan.

Leli menyebut, saat ini rata-rata pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet hanya menjalani isolasi selama sepekan.

Ketika sudah dipastikan negatif Covid-19, pasien telah diperbolehkan kembali ke rumahnya untuk melakukan karantina mandiri.

"Kalau sebelumnya kan suka lama karena menunggu hasil swab dari Bandung. Jadi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit juga menjadi semakin lama," kata dia.

Pihaknya memiliki rencana cadangan jika terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19. Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas yang memiliki layanan rawat inap, telah diminta menyediakan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Ia menyebut, saat ini ada 32 puskesmas di Kabupaten Garut yang memiliki layanan rawat inap dan bisa dimaksimalkan untuk perawatan pasien Covid-19 jika dibutuhkan.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan.

"Misal di Balai Diklat Keluarga Berencana akan disiapkan sebagai tempat isolasi, ada di rumah sakit swasta juga. Artinya sudah ada skema cadangan tapi jangan sampai ada gelombang lagi," kata dia.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sejak Agustus 2020 terjadi penambahan 17 kasus konfirmasi positif Covid-19. Menurut Leli, peningkatan kasus itu disebabkan pemeriksaan yang dilakukan lebih banyak. 

Umumkan Hasil Swab Test 

Pemkab Garut akan segera mengumumkan hasil swab test para pegawai negeri sipil (PNS). Jika ada PNS yang terkonfirmasi positif corona, kantor Pemkab Garut akan ditutup.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, pada hari Rabu atau Kamis pihaknya akan mengumumkan hasil swab test yang dilakukan PNS pada Senin (10/8/2020). Swab test massal itu akan terus dilakukan hingga akhir September.

"Kami targetkan akhir September selesai dengan jumlah sebanyak 27 ribu. Sampai sekarang sudah hampir 10 ribu swab test," ucap Rudy di Gedung Pendopo Garut, Selasa (11/8/2020).

 Bacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Lengkap Beserta Kisah Pembuatan Naskah Proklamasi

 Naskah Teks Proklamasi Jadi Cagar Budaya Nasional, Disimpan di Kotak dari Mika Transparan

Rudy menyebut, jika ada PNS yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka gedung perkantoran akan langsung ditutup. Seperti yang dilakukan Pemprov Jabar di Gedung Sate.

"Kami juga akan lakukan tracing kalau ada yang kena. Harus ditutup dulu untuk pencegahan penyebaran virus," katanya usai video conference dengan Presiden Joko Widodo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved