Breaking News:

Sejak Desember 2019, Perajin Balance Toys Setop Produksi Karena Tak Ada Pesanan, Karyawan Dirumahkan

anyak stok balance toys menumpuk di bengkel produksi milik Tarkim, sebagian bahkan sudah berdebu karena sudah beberapa bulan terakhir

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Balance toys atau mainan keseimbangan yang diproduksi Tarkim (41) di bengkel produksinya di Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Terhitung sejak Desember 2019 sampai dengan sekarang, pusat produksi balance toys atau mainan keseimbangan di Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu berhenti beroperasi.

Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum kunjung mereda.

Salah seorang perajin balance toys, Tarkim (41) mengatakan, ia bahkan terpaksa harus merumahkan sebanyak 20 karyawan akibat tak adanya satu pun pesanan mainan.

"Sudah saya rasakan sejak Desember 2019 sampai dengan sekarang, pesanan itu tidak ada," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di bengkel produksinya, Jumat (14/8/2020).

Tarkim menjelaskan, seluruh hasil karyanya tersebut selama ini dijual ke berbagai negara di Eropa.

Yati Takut Anaknya yang sedang Kuliah Kedokteran di Unpad Gak Bisa Lanjut: Saya Takut Gak Bisa Bayar

Update Daftar Harga Hp Oppo Agustus 2020: Mulai dari A1K, A5, A9, F11, F15, Reno3 hingga Reno4

Bacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Lengkap Beserta Kisah Pembuatan Naskah Proklamasi

Sedangkan di pasar lokal sendiri, mainan yang satu ini masing asing didengar dan tak banyak yang mengetahui.

Hal ini yang membuat banyak stok balance toys menumpuk di bengkel produksi milik Tarkim, sebagian bahkan sudah berdebu karena sudah beberapa bulan terakhir hanya terpajang di pinggir ruangan.

Adapun selama ini, demi mencukupi kebutuhan, Tarkim harus rela menyulap ruang kecil dari bengkel miliknya sebagai kandang ayam untuk berternak.

"Usaha apa saja lah, yang penting bisa untuk kecukupan," ujar dia.

Ia berharap adanya peran pemerintah yang bisa membantu memperkenalkan hasil karyanya tersebut sehingga banyak dikenal oleh publik.

Sehingga mainan unik yang satu ini pun bisa masuk dan laku terjual di Indonesia.

"Harapannya memang bisa dibantu untuk penjualannya oleh pemerintah agar bisa produksi kembali, anak-anak bisa kerja lagi," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved