Breaking News:

Terdampak Pandemi Covid-19, Bumdes di Indramayu Putar Haluan dari Wisata Jadi Bikin Hand Sanitizer

Untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa.

Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi : Pengguna masker dan hand sanitizer. (Foto: Tribun Jabar/Gani Kurniawan - Megapixl.com) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kondisi ekonomi sejumlah BUMDes di Jawa Barat. Akhirnya tidak sedikit BUMDes yang mengalihkan jenis usahanya ke sektor yang lebih menguntungkan demi tetap memutar roda ekonomi desa.

Contohnya roda ekonomi BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Kabupaten Indramayu, yang ikut terhambat berputar. Sebab, Wisata Pantai Plentong yang dikelolanya ditutup selama pembatasan sosial berlaku.

Direktur BUMDes Maju Desa Ujunggebang, Taripan, mengatakan supaya kegiatan ekonomi tetap bergerak, pihaknya mulai memproduksi hand sanitizer.

"Karena pariwisata ditutup, BUMDes kami kebingungan harus ngapain. Setelah dipikir-pikir dan lihat sumber daya yang ada, akhirnya kami membuat hand sanitizer," kata Taripan melalui ponsel, Kamis (13/8).

Permintaan masyarakat untuk hand sanitizer konsisten meningkat selama pandemi COVID-19. Untuk memenuhi permintaan tersebut, BUMDes Maju memperkerjakan beberapa warga desa.

"Kami juga berkolaborasi dengan BUMDes lain untuk pembuatan masker kain. Kami jual kembali kepada masyarakat dengan harga rendah, tapi tetap ada pemasukan untuk desa," ucap Taripan.

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2020: Mulai Rp 1 Jutaan, Ada Vivo Y19, Vivo X50, V19 Hingga Y12

Jerinx Ditahan Polisi Gara-gara Ejek IDI dengan Singkatan Ikatan Drakor Indonesia, Istrinya Curhat

INILAH Bacaan Niat dan Doa Setelah Shalat Tahajud, Lengkap dengan Bacaan Dzikir Serta Keutamaannya

Taripan mengatakan, saat masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimulai, pihaknya harus kembali melihat peluang yang ada. Tujuannya supaya kegiatan BUMDes dan ekonomi di desanya tetap bergairah.

Pedesaan di Jabar pun punya potensi besar di sektor ekonomi kreatif (ekraf). Desa Bantar Agung, Kabupaten Majalengka, misalnya yang memiliki sejumlah produk ekraf, seperti kriya maupun kuliner.

Guna mencuatkan potensi ekraf pedesaan, Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar menggelar Village Talk atau program Ekraf Masuk Desa. Village Talk bertujuan melatih pelaku ekraf untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved