Breaking News:

Mantan Kuwu Wanakaya Ditahan

Plt Bupati Indramayu Mengaku Belum Tahu Ada Mantan Kuwu yang Hari Ini Dijebloskan Ke Penjara

siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sebagaimana peraturan yang tercantum dalam perundang-undangan.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Kejaksaan Negeri Indramayu saat hendak menyerahkan tersangka Mantan Kuwu Wanakaya, Jenuri ke lapas, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengaku belum mengetahui adanya mantan kuwu dibawah kepimpinannya yang terjerat kasus korupsi.

Hanya saja, dirinya mendukung penuh upaya hukum yang dilakukan aparat terkait dugaan kasus yang melibatkan mantan kuwu tersebut.

"Kita prihatin ya masih ada mantan kuwu yang ditahan, tapi jujur saya baru dengar hari ini nanti saya cek ke inspektorat kasus apa yang melibatkan mantan kuwu tersebut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (12/8/2020).

Taufik Hidayat mengatakan, siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sebagaimana peraturan yang tercantum dalam perundang-undangan.

"Kalau sudah ditahan tentu harus diproses sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Tak Ada Lagi Zona Merah, Presiden Jokowi Apresiasi Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar

Daftar Harga Terbaru Hp Oppo Agustus 2020, Lengkap Mulai dari Oppo A1K, A92, Find X2 hingga Reno4

Susah Sinyal, Murid SD Cengal 4 Majalengka Belajar Online Pakai Radio HT Bantuan dari TNI 

Pada hari ini, Mantan Kuwu Desa Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jenuri dijebloskan ke penjara.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Indramayu, Iyus Zatnika mengatakan, Jenuri terbukti melakukan kasus tindak pidana korupsi terkait pembebasan tanah aset Desa Wanakaya.

Pembebasan tanah aset desa itu merupakan kesepakatan dengan PT Pertamina DOH Jawa Bagian Barat pada tahun 2004.

Atas tindakannya, negara diketahui mengalami kerugian hingga mencapai Rp168.373.000.

Kerugian tersebut sesuai dengan laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Jawa Barat Nomor : SR-944/PW10/5/2019 tanggal 17 Desember 2019.

"Kita barusan lakukan penahanan Kades Wanakaya, sekarang sudah diserahkan ke lapas," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved