Breaking News:

Covid 19 di Indonesia

Komnas Perlindungan Anak Tolak Pembukaan Sekolah Tatap Muka, Jangan Jadikan Anak Kelinci Percobaan

tidak ada alasan apapun sekolah dibuka sebelum ada vaksin, meskipun wilayah tempat sekolah tersebut zona hijau.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Sirait. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Komnas Perlindungan Anak (PA) menolak kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka digelar di masa pandemi virus corona.

Penolakan dilakukan karena Indonesia belum bisa menemukan vaksin anti virus corona.

"Sepanjang Indonesia belum bisa menemukan vaksin anti pandemi Covid-19, dan belum bisa pula masyarakat memastikan taat menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan menjamin lingkungan sekolah steril dari virus corona. Oleh karenanya jangan coba-coba membuka sekolah tatap muka dengan cara-cara uji coba," ujar Arist kepada Tribunjabar.id melalui pesan singkat, Selasa (11/8/2020) kemarin.

"Anak adalah anugerah Tuhan dan anak mempunyai harkat dan martabat. Tidak ada satu pun manusia yang mempunyai otoritas  menghilangkan hak hidup  orang termasuk anak kecuali Tuhan," tegas Arist.

Arist juga mengatakan, tidak ada alasan apapun sekolah dibuka sebelum ada vaksin, meskipun wilayah tempat sekolah tersebut zona hijau.

Razia Lapas IIA Kuningan Petugas Amankan 18 Ponsel & 7 Sajam, Barang Diduga Dilempar dari Luar Lapas

"Apapun alasannya, zona hijau kah, kuning kah, oranye kah atau warna lainnya, jangan berlakukan anak sebagai kelinci percobaan atas serangan virus corona," ucap Arist menegaskan.

"Siapa yang bisa menjamin di zona hijau sekalipun virus corona tidak mewabah. Hari ini situasinya hijau, hitungan detik bisa berubah begitu cepat menjadi merah atau kuning," sambung Arist.

Arist juga mempertanyakan mengenai siapa yang menentukan zona hijau, kuning dan zona lainnya dalam menentukan keberadaan virus corona.

"Menjadi pertanyaan siapa yang sesungguhnya menentukan suatu wilayah mempunyai predikat sebagai zona hijau, merah, kuning dan orange. Pertimbangan lain, mengapa Komnas Perlindungan Anak menolak sekolah tatap muka, dalam konteks hak asasi, setiap anak mempunyai hak hidup dan hak atas kesehatan. Di sinilah pemeritah dituntut hadir untuk memberikan perlindungan kepada anak dalam situasi darurat pendidikan, bukan juga melakukan ekspremen atas serangam virus corona," beber Arist.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved