Model Cantik, Sindy Mutmaina Sempat Divonis Tak Bisa Jalan, Kini Sukses Jadi Juara Hijup Model Look
Di usianya yang masih remaja, Sindy Mutmaina (19) justru tak henti mengembangkan dirinya untuk menjadi model profesional
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Di usianya yang masih remaja, Sindy Mutmaina (19) justru tak henti mengembangkan dirinya untuk menjadi model profesional
Bermula menjadi agensi model catwalk saat masih kecil tapi tidak dilanjutkan, Sindy tidak mau menekuni dunia modelling.
• Kesal Pemerintah Tak Turun Tangan, Warga Tinumpuk Indramayu Perbaiki Jalan Rusak Pakai Dana Pribadi
Lalu ketika libur panjang untuk memasuki SMA, Sindy yang sudah aktif sejak kecil, mencoba ikut lomba fashion show pada 2016.
Satu tahun selanjutnya, Sindy dipercayai oleh sebuah brand untuk menjadi model fotonya, dan dilanjut dengan brand-brand lainnya.
Tak hanya sampai disitu, Sindy juga menjadi model dari satu makeup artist ke makeup artist lainnya untuk jadi portofolio mereka.
Pada 2018, Sindy mulai ikut manajemen agensi di Bandung, namun tidak lama. Ia mendapatkan banyak pelajaran bagaimana cara catwalk, foto yang baik, dan attitude seorang model kepada brand.
• Kasus Kota Tegal Harus Jadi Pelajaran, Euforia Zona Hijau Malah Muncul 28 Kasus Baru Positif Corona
Setelah itu ia pun memutuskan untuk mandiri dan masih terus ada rasa tidak puas untuk mengembangkan dirinya.
Hingga akhirnya, Sindy memutuskan untuk mengikuti Hijup Model Look pada 2019 dan menjadi pemenangnya.
"Ketika ikut lomba Hijup Model Look aku nggak nyangka banget bisa jadi juara utama karena aku menyisihkan 600 peserta lainnya. Semuanya tentu berkat izin orang tua," ujar Sindy saat ditemui di Makmur Jaya, Jalan Sukajadi, Jumat (7/8/2020).
Sindy mengaku sempat ingin pulang dan berhenti saat masuk seleksi 4 besar di Bali.
"Aku sampai nangis, udah ah bukan aku banget, model kan ada kriterianya, pengen pulang ke Bandung aja. Tapi mamah bilangnya coba aja dulu, di doain kok," ujarnya sambil mengenang.
Dari dukungan orang tuanya ini, Sindy pun tetap ikut menjalani setiap test tanpa memikirkan akan menjadi juara utama.
• Gaji Ke-13 Bagi PNS, TNI, dan Polri Cair Besok Senin 10 Agustus 2020, Ini Besarannya
"Aku mikirnya yaudah deh anggap aja liburan, saingan aku cantik-cantik banget, pada tinggi, aku merasa kaya serpihan detergen," ujarnya sambil tertawa.
Namun siapa sangka, memenangkan kompetisi model ini justru menjadi batu loncatan dalam mengejar karirnya di usianya yang masih muda.
Hingga saat ini, Sindy pun lebih sering menghabiskan waktunya saat weekday di Jakarta untuk fokus pada kerjaanya.
Sementara untuk weekend, ia memanfaatkannya untuk mengambil kuliah karyawan mengambil jurusan ilmu komunikasi.
"Menurut aku nggak ada halangan untuk menjalani karir dan pendidikan di usia yang masih muda. Aku juga ingin fokus sama pendidikan," ucapnya.
Dari setiap pengalaman yang didapatkannya, Sindy justru bangkit dan termotivasi untuk mengejar setiap impiannya.
Ia tidak lagi khawatir akan kekurangan yang dia miliki, justru hal tersebut membuatnya ingin terus mengembangkan apa yang ada di dalam diri.
"Setiap orang itu kan ada kelemahannya dan itu adalah kelebihan yang belum kita tunjukan. Kalau ada rasa yang nggak nyaman, itu bukan pilihan aku untuk ambil dan terbawa kesana," ujarnya.
Gadis kelahiran Bandung, 12 Maret 2002 ini mengungkapkan ia tidak mudah murung akan sudut pandang orang yang memberikan pandangan negatif untuk dirinya.
"Aku punya orang sekitar yang hebat, jadi untuk yang menghujat atau apapun itu jadi bahan ketawaan aja sih," ujarnya.
Sempat Divonis tak bisa berjalan
Pernah mengalami kecelakaan motor di jalan Pasteur pada 2018, model profesional asal Bandung, Sindy Mutmaina sempat divonis tidak bisa berjalan lagi.
Hal ini tentu membuatnya shock dan tidak memiliki harapan untuk mengejar mimpinya untuk menjadi model.
"Jangankan untuk kembali jadi model, untuk sekolah aja aku nggak bisa. Masuk sekolah itu pas udah mau USBN dan itu tuh nggak banyak teman yang bisa nerimain," ujar Sindy saat ditemui di Makmur Jaya, Jalan Sukajadi, Jumat (7/8/2020).
Ia mengatakan sebagian teman-teman di sekolahnya banyak yang menghasihani apa yang terjadi pada dirinya.
Namun justru hal itu membuatnya semakin down dengan banyaknya pandangan orang lain terhadap dirinya.
Sindy Mutmaina kembali mengenang apa yang terjadi pada dirinya di akhir September 2018.
• Begini Cara Makan Bawang Putih yang Benar: Khasiatnya Terbukti, Apalagi Jika Dikonsumsi Saat Pagi
"Waktu itu tumit kaki aku keparut ban, divonis nggak bisa jalan, namun akhirnya aku baru bisa napak itu setahun setelah kecelakaan," ungkapnya.
Remaja yang jago menari Jaipong saat kecil ini mengatakan setelah 4 bulan kecelakan ia mulai mencoba kembali berjalan.
Lalu 6 bulan setelahnya, ia pun terus berusaha bangkit walaupun masih berjinjit.
Untuk proses kembali berjalan, Sindy belajar sendiri, tidak datang ke fisioterapi karena menurutnya biaya yang dikeluarkan begitu meledak.
"Yang kembali menguatkan sih ya orang-orang sekitar, apalagi orang tua, mereka nggak ngeliatin sedihnya depan aku. Pada bilang 'kamu bisa kok', aa juga nyemangatin," ujarnya.
Namun ada satu hal yang membuatnya begitu sedih karena kecelakaan ini adalah ia harus membatalkan foto untuk billboard sebelum menerima musibah ini.
Ia mengungkapkan, foto bisa masuk billboard tentu menjadi impiannya sebagai seorang model.
Harus menerima keadaan tak terduga yang menimpa dirinya, Sindy selalu sabar dan menuruti apa kata orang tuanya.
Hingga akhirnya bisa terpilih juara utama Hijup Model Look 2019 dan semakin banyak kegiatan modelling yang didapatkannya saat ini justru adalah buah kesabaran setahun kemarin.