Breaking News:

Ternyata Cuma 20 Persen Sekolah di Zona Hijau di Jabar yang Siap Gelar Sekolah Tatap Muka

Jika tatap muka terjadi, maka belajar hanya diperbolehkan maksimal 4 jam sehari. Selain itu, harus sudah ada izin pengawas dan orang tua.

Instagram/Ridwan Kamil
Ilustrasi belajar tatap muka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan baru sekitar 20 persen sekolah di zona hijau di Jawa Barat yang sudah siap menggelar kegiatan belajar mengajar atau KBM secara tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Di Jabar sendiri jumlah kecamatan zona hijau yang dapat melaksanakan KBM secara tatap muka ini pun terus berkurang, dari awalnya 257 kecamatan menjadi 228 kecamatan, akibat munculnya kasus baru Covid-19 di kecamatan yang awalnya bersih dari kasus Covid-19 ini.

Dari 228 kecamatan yang sudah diperbolehkan membuka kembali KBM tatap muka, katanya, pihaknya masih melakukan verifikasi langsung ke sekolah mengenai kesiapan mereka menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Saya katakan belum semuanya itu bisa dikatakan pasti akan melakukan tatap muka. Kita masih butuh waktu dua pekan untuk memverifikasi itu, namun perkiraan kisaran kami tentunya dari sekitar 228 itu paling terverifikasi yang saya tanya tadi ada conectivity internet dan lain sebagainya itu paling kurang lebih di 20 persen dari 228 kecamatan yang ada," katanya di GOR Saparua, Jumat (7/8).

Verifikasi yang sedang dilakukan untuk pembukaan kegiatan belajar-mengajar tatap muka di sekolah ini, katanya, bukan hanya difokuskan bagi status zona hijau ataupun zona kuningnya. Tapi pihaknya pun ada beberapa indikator lain yang masih dipertimbangkan, yakni konektivitas internet.

Identitas Mayat Penuh Luka Tembak di Purwakarta Akhirnya Terungkap, Siapa Orang yang Menembaknya?

Breaking News: Pasien Corona di Indramayu Meninggal Dunia, Seorang Wanita Usia 37 Tahun

BOCORAN Spesifikasi dan Harga HP Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro, Akan Rilis Kamis 6 Agustus 2020

"Jadi kalau misalnya kecamatan zona hijau dengan koneksi internetnya masih bagus dan itu bisa dilakukan oleh daring, maka tidak perlu tatap muka. Yang ketiganya selain konektivitas internet, itu adalah lokasi siswa itu yang memang masih berada di blank spot tanpa sinyal. Itu juga pertimbangan kita," katanya.

Hal yang diverifikasi selanjutnya, katanya, adalah kemampuan belajar sesuai protokol kesehatan. Jika tatap muka terjadi, maka belajar hanya diperbolehkan maksimal 4 jam sehari. Selain itu, harus sudah ada izin pengawas dan orang tua.

"Selain daripada konektivitas yang ada, juga termasuk kondisi kelas, penggunaan masker, batas usia guru yang mengajar, ekstrakurikuler juga belum kita izinkan, itu juga bagian dari yang yang dicerifikasi termasuk di dalamnya," katanya.

Minggu depan pun, katanya, akan digelar tes swab metode PCR kepada para guru. Jika sudah bisa sekolah tatap muka, guru pun hanya mengajarkan untuk belajar jarak jauh kepada muridnya atau mengajar pelajaran-pelajaran yang membutuhkan metode langsung seperti matematika dan fisika. 

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved