Breaking News:

Pelaku Pelecehan Diamuk Massa

Pelaku Begal Payudara Dibawa ke Kantor Polisi, Kapolsek Kramatmulya Beberkan Kronologi Pelecehan

Saat ini pelaku tengah dilakukan pendalaman keterangan oleh Unit Reskrim polsek setempat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Massa berkumpul di halaman Balai Desa Kramatmulya ingin melihat pelaku pelecehan yang diamankan Polsek Kramatmulya, Jumat (7/8/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Kapolsek Kramatmulya, Iptu Dede Kusnadi  membeberkan proses penangkapan pelaku pelecehan seksual begal payudara di Desa Kramatmulya

"Awalnya, pelaku diamankan di rumah RT dan dibawa ke kantor desa, karena massa bertambah banyak dan khawatir terjadi yang tak diinginkan," ungkap Dede saat ditemui di Mapolsek setempat, Jumat (7/8/2020).

Saat ini pelaku tengah dilakukan pendalaman keterangan oleh Unit Reskrim polsek setempat.

Dede mengatakan, pelaku diketahui berinisial ER (50), warga Kecamatan Jalaksana.

"Tersangka merupakan warga yang berstatus buruh," katanya.

Jadwal Acara Trans TV Jumat Malam Tayangkan Film 47 Meters Down, Baca Sinopsisnya di Sini

Filolog Ungkap Silsilah Keraton Kasepuhan Cirebon Melenceng Setelah Masa Sultan Sepuh V

BOCORAN Spesifikasi dan Harga HP Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro, Akan Rilis Kamis 6 Agustus 2020

Mengenai jumlah korban, kata Dede, ini memang tidak lebih dari satu. "Tadi salah satu dari banyaknya korban pelaku memberikan keterangan, tapi untuk identitas korban, tolong jangan disebutkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pelecehan seksual yang digerebek warga hingga di arak ke Balai Desa/Kecamatan Kramatmulya, kini di amankan petugas kepolisian sektor setempat.

Hal itu menyusul dengan jumlah massa banyak dan khawatir menimbulkan keresahan warga, akibat tindakan pelaku pelecehan tersebut.

"Pelaku kini sudah ada di Polsek Kramatmulya," ungkap Kepala Desa Kramatmulya, H Kardi, saat temui di Masjid Agung desa setempat.

Orang nomor satu di desa itu mengatakan, pelaku itu bukan orang asli desa setempat."Pelaku tidak tahu namanya, dan pelaku bukan warga kami," ungkap Kardi lagi.

Jumlah korban, kata Kardi, rata - rata warga sudah berumah tangga. "Jadi tindakan pelecehan itu, pelaku pegang bagian dada Ibu - ibu di sini," katanya.

Kardi mengatakan, jumlah korban akibat tindakan pelaku, memang tidak sedikit. "Warga kami ada sebanyak lima orang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved