Breaking News:

Muncul 16 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumedang, Bupati Tak Ingin KBM Tatap Muka Digelar

Terlebih para pelajar ini, kata Dony memang rentan terpapar Virus Corona, sehingga terkait pelaksanaan KBM tatap muka ini perlu dikaji ulang

TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Petugas PSC 119 saat menjemput dua pasien positif Corona di rumahnya di Regol Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menginginkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah tidak digelar dulu karena saat ini kasus positif Covid-19 kembali melonjak.

Seperti diketahui, di Kabupaten Sumedang saat ini terjadi penambahan 16 kasus positif Covid-19 setelah sebelumnya sempat dinyatakan nol kasus yang hanya bertahan sekitar empat hari.

Dony mengatakan, KBM tatap muka di sekolah lebih baik tidak digelar sebelum penyebaran Covid-19 benar-benar terkendali, sehingga terkait hal ini harus menunggu hasil swab test ratusan kontak erat dari semua pasien positif Covid-19 tersebut.

"Kalau melihat kondisi seperti ini, tadi saya diskusi dengan pak Wabup, kayanya lebih baik (KBM tatap muka) tidak dulu lah," ujar Dony saat ditemui di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (7/8/2020) sore.

Menurut Dony, hal tersebut memang perlu dilakukan karena untuk mengizinkan KBM tatap muka itu, pihaknya harus menunggu hasil swab test dari kontak erat semua pasien positif Covid-19 yang jumlah mencapai 125 orang.

"Bayangkan kalau hasil swab test belum keluar tapi KBM tetap digelar, akan banyak yang bersentuhan, sehingga akan banyak lagi (kasus positif)," katanya.

Identitas Mayat Penuh Luka Tembak di Purwakarta Akhirnya Terungkap, Siapa Orang yang Menembaknya?

Filolog Ungkap Silsilah Keraton Kasepuhan Cirebon Melenceng Setelah Masa Sultan Sepuh V

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Besok, Berikut Langkah-langkah Pendaftarannya

Terlebih para pelajar ini, kata Dony memang rentan terpapar Virus Corona, sehingga terkait pelaksanaan KBM tatap muka ini perlu dikaji ulang untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Rentanya pelajar terpapar virus corona itu terbukti dengan adanya dua pelajar SD warga Kecamatan Situraja berusia 6 tahun dan Kecamatan Sumedang Utara berusia 9 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kedua pelajar tersebut diduga terpapar dari seorang pedagang di Pasar Situraja yang beberapa pekan lalu terkonfirmasi positif Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved