Breaking News:

Kasus Pembunuhan

Seorang Pelajar di Rancaekek Berhubungan Badan dengan Pacar Lalu Menjeratnya Hingga Tewas

setelah ABH berkomunikasi dengan ibunya, dia menyerahkan diri ke Polsek Rancaekek

TribunJabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pelajar di bawah umur Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (6/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang pelajar berusia 17 tahun tega membunuh pacarnya setelah berhubungan badan layaknya suami istri karena terbakar api cemburu.

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, kasus tersebut terungkap berawal dari adanya laporan tentang pembunuhan yang dilakukan oleh anak berhadapan dengan hukum (ABH).

"Yang jadi korbannya anak juga, kami tak bisa sebutkan identitasnya," ujar Hendra, di Mapolresta Bandung, yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (6/8/2020).

Hendra mengatakan, ABH dan anak korban ini ternyata memiliki hubungan, mereka pacaran. Keduanya masih sekolah usianya 17 tahun.

"Ternyata korban ini, perempuan memiliki pacar lain pada saat itu," kata Hendra.

BOCORAN Spesifikasi dan Harga HP Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro, Akan Rilis Kamis 6 Agustus 2020

Lagu Lesti Kejora Kulepas Dengan Ikhlas Trending 1 di Youtube, Ditonton Lebih dari 3 Juta Kali

Gilang Fetish Bungkus Kain Jarik Resmi Dikeluarkan dari Kampusnya, Ini Reaksi Orangtuanya

Hendra mengatakan, Rabu 5 Agustus sekitar pukul 17.00 WIB korban mendatangi ABH ke kontrakannya yang berada di Rancaekek.

"Kemudian melakukan hubungan badan, setelah itu ABH merasa cemburu karena anak korban ini memiliki pacar lain yang (fotonya) diupload di medsos. Atas dasar itu secara spontan ABH menemukan tali, lalu menjerat leher korban," ujarnya.

"Lalu dimasukkan ke dalam karung dan ditinggal pergi dari rumah (kontrakan) ABH tersebut," katanya.

Menurut Hendra, setelah ABH berkomunikasi dengan ibunya, dia menyerahkan diri ke Polsek Rancaekek.

Sebelumnya diberitakan, berawal dari cinta segitiga dilatarbelakangi rasa cemburu, pelajar di Kabupaten Bandung  bunuh pacarnya dengan menjerat menggunakan tali dan dimasukan kedalam karung.

Menurut Kapolresta Bandung, pembunuhan tersebut terjadi di rumah kosan anak berhadapan dengan hukum (ABH).

"Jadi (menggunakan) anak berhadan dengan hukum, gak ada istilah pelaku karena masih di bawah umur," ujar Hendra di Mapolrest Bandung, Kamis (6/8/2020).

Hendra mengatakan, motif pembunuhan tersebut karena cemburu.

"Motifnya cemburu, cinta segitiga," kata dia.

Hendra memaparkan, saat itu korban mendatangi ABH, kemudian melakukan hubungan badan, setelah itu ABH merasa cemburu karen korban ini memiliki pacar lain yang (fotonya) diupload di medsos.

"Atas dasar itu secara spontan ABH menemukan tali, dijerat lehernya (korban). Lalu dimasukkan kedalam karung dan ditinggal pergi dari rumah (kontrakan) ABH tersebut," katanya.

Hendra mengatakan, setelah itu korban ditinggal begitu saja. Lalu, ABH pulang bertemu dengan ibunya, ternyata (ABH) baru bercerita bahwa dia baru selesai menghabisi nyawa korban.

"Kemudian diajak orang tuanya untuk melapor ke Polsek Rancaekek. Akhirnya menyerahkan diri," ucap dia.

Hendra mengatakan, proses penanganan kasus ini berbeda karena masih di bawah umur.

"Kami bekerjasama dengan  Yayasan Bahtera, penahanannya tak di Polres tapi di bahtera di bawah binaan Dinas Sosial Provinsi Jabar, ditahan di sana," kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 80, 81, 82 dan UU Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara," ucapnya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved