Breaking News:

Tahun Ajaran Baru, Penjual Seragam dan Alat Kebutuhan Sekolah di Kuningan Keluhkan Penurunan Omzet

Mauludin menyambut baik adanya kebijakan pemerintah untuk memulai lagi KBM tatap muka di sekolah

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Seorang ibu mencocokkan seragam sekolah ke badan anaknya di Pasar Kepuh Kuningan, Rabu (5/8/2020). 

Laporan Kontibutor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Masuk tahun ajaran baru 2020/2021 tidak menjadikan penjual seragam dan alat kebutuhan sekolah di Kuningan bersenang hati. Hal ini jelas jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yang hampir kebanjiran order hingga meraup keuntungan besar.

"Iya, padahal banyak orang tua murid yang ingin segera anak-anak mereka belajar kembali di sekolahnya. Namun tidak membuat para orangtua semangat membeli perlengkapan sekolah baru buat anak mereka seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Didi, salah seorang pedagang peralatan sekolah, di Pasar Kepuh, Kuningan, Rabu (5/8/2020).

Kelesuan penjualan seragam dan perlengkapan anak sekolah pun dirasakan Mauludin. "Iya Kang, penjualan seragam sekolah lagi sepi," kata warga Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan itu.

Mauludin mengatakan, penurunan omzet penjualan seragam ini lebih dari 50 persen dari pendapatan biasanya.

"Padahal banyak pedagang yang sengaja menurunkan harga penjualan seragam itu, demi menaikkan omzet dan cepat laku," katanya.

Kisah Pahit Cewek PL Karaoke di Bandung: Tak Punya Uang untuk Makan, Anak Kelaparan, Diusir dari Kos

FOTO Ini Perlihatkan Kehancuran Beirut, Luluh Lantak dan Mengerikan, Lebih Buruk dari Perang Saudara

BOCORAN Harga HP dan Spesifikasi Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro, Akan Rilis 6 Agustus 2020

Mauludin menyambut baik adanya kebijakan pemerintah untuk memulai lagi KBM tatap muka di sekolah.

"Diharapkan dengan masuknya kembali para siswa-siswi ke sekolah, banyak orangtua yang mencari seragam baru buat anak mereka," katanya.

Mengenai harga seragam anak sekolah usia SD dan SMP, saat ini di kisaran Rp 100 ribu-Rp 125 ribu per pasang. "Sebelum pandemi Covid-19, menjualnya bisa Rp 150 ribu per pasang (baju dan bawahan)," katanya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sudah dilakukan di Lembaga Pendidikan Al Multazam, di Desa Manis Kidul.

"Tekniknya, kitu ikuti protokol kesehatan, melalui pembagian jam belajar per kelompok atau sif," kata Heri salah seorang guru, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Heri mengatakan, dalam situasi Pandemi covid19, lingkungan sekolah tidak menerima kunjungan atau tamu yang di anggap tidak terlalu penting.

"Langkah ini, sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran bahaya virus corona," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved