Breaking News:

Kota Bandung Kehilangan Sekitar Rp 30 Miliar dari Sektor Hiburan selama Pandemi Covid-19

Sektor hiburan yang menambah PAD, kata dia, tidak hanya bersumber dari hiburan malam saja, tapi dari bioskop, konser musik, mainan anak dan olahraga.

Editor: Mumu Mujahidin
Dok.Tribun Jabar
Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung kehilangan pendapatan pajak daerah sekitar Rp 30 Miliar dari sektor hiburan selama ditutup akibat Pandemi Covid-19. 
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Arif Prasetya mengatakan, dalam kondisi saat ini relaksasi untuk sektor industri hiburan sangat diharapkan. 
"Kami menyambut (relaksasi) dan bisa mengubah target (penerimaan pajak)," ujar Arief Prasetya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (5/8/2020).
Dikatakan Arief, hiburan menjadi salah satu sektor paling banyak menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Sehingga ketika ditutup akibat pandemi, PAD Kota Bandung menurun drastis. 
"Selama lima bulan kerugian untuk (pajak) hiburan hampir sampai Rp 30 miliar, dan beberapa sektor hiburan ditutup," katanya. 
Sektor hiburan yang menambah PAD, kata dia, tidak hanya bersumber dari hiburan malam saja, tapi dari bioskop, konser musik, mainan anak dan olahraga. 
"Selama lima bulan ini kia memasang target nol karena tutup (sektor usaha hiburan). Target setahun dari Rp 65 miliar menjadi Rp 25 miliar," ucapnya.
Sementara penyumbang pajak tinggi Kota Bandung saat ini masih bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Kedua sektor tersebut, kata dia, masih belum berdampak signifikan. 
"Pajak tertinggi PBB, ada sebesar Rp 500 sampai Rp 600 miliar capaian tahun kemarin atau sekitar 88 persen. BPHTB sebelum terjadi pandemi transaksi bagus, sekarang bagus. Hiburan menyumbang juga," katanya. 
Perubahan target PAD selama Pandemi Covid-19 berubah, semula ditargetkan Rp 2,7 triliun, kini menjadi Rp 2,25 triliun.
Hal tersebut, kata dia, dampak karena penurunan dan penutupan beberapa sektor di Kota Bandung. 
"Beberapa bulan target penerimaan pajak dibeberapa sektor menurun, namun saat ini di resto, hotel dan parkir terdapat perkembangan," ucapnya.
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved