Breaking News:

INI Sosok Sisca Soewitomo, Legenda Dunia Kuliner Indonesia, yang Putuskan Gantung Panci Lewat IG

Anak generasi 90-an pasti mengenal sosok Sisca lewat tayangan televisi “Aroma”. Sebuah program masak yang dibawakan Sisca selama 11 tahun

ARSIP KEMENPAR
Sisca Soewitomo bersama tim koki China pada peresmian restoran Wonderful Indonesia di Luoyang, Provinsi Henan, China yang berada lantai 25 Hotel Peony Plaza, Sabtu (1/4/2017). 

TRIBUNCIREBON.COM - Sisca Soewitomo bukan nama asing di jagat kuliner Indonesia. Wanita berumur 71 tahun ini sudah malang melintang di televisi Indonesia setiap hari Minggu pagi sejak 1996 lalu.

Anak generasi 90-an pasti mengenal sosok Sisca lewat tayangan televisi “Aroma”. Sebuah program masak yang dibawakan Sisca selama 11 tahun di stasiun televisi Indosiar.

Lagu tema acara “Aroma” yang khas pasti akan mengingatkan kamu bagaimana lihainya Sisca memasak di dapur. Tak lupa juga ucapan andalan yang selalu ia ucapkan di akhir sesi memasak, “Bagaimana pemirsa, mudah bukan membuatnya?” yang jadi kenangan bagi banyak masyarakat Indonesia.

Sisca yang juga sering disebut sebagai Ratu Boga Indonesia ini punya sepak terjang yang luar biasa di ranah kuliner Indonesia.

Perempuan kelahiran Surabaya, 8 April 1949 ini telah memiliki ketertarikan di dunia memasak sejak kecil. Saat kecil dulu, ia sering melihat sang ibu dan nenek memasak di dapur.

Dari mereka berdua lah ketertarikan Sisca terhadap dunia kuliner muncul.

“Dahulu toko-toko dan restoran-restoran yang membuat kue itu belum banyak. Maka yang buat kue untuk sajian di rumah itu nenek saya dan ibu saya sendiri. Dari situ saya melihat, ikut bersama mengerjakan. Jadi saya tahu,” ujar Sisca dalam acara Opini di Kompas TV edisi Selasa (13/2/2018).

Kisah Pahit Cewek PL Karaoke di Bandung: Tak Punya Uang untuk Makan, Anak Kelaparan, Diusir dari Kos

TKW Indramayu Sempat Telepon Saat Sembunyi di Bunker, Nangis Bilang Lagi Terjadi Perang di Suriah

Ia juga mengenang proses memasak yang jauh berbeda antara zaman dahulu dan zaman sekarang.

Menurutnya, alat-alat memasak zaman dulu belum secanggih sekarang.

“Hebatnya orang zaman dulu, memasukkan tangannya (ke kompor) untuk mengecek temperatur kompor. ‘Oh ini sudah’, berarti saat itu temperaturnya sudah 160 derajat,” ujar Sisca seperti termuat di Grid.ID yang dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved