Breaking News:

Covid 19 di Jabar

Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Pemprov Jabar Siapkan Tempat Isolasi Mandiri

Jumlah tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit yang terhimpun di kabupaten atau kota di Jabar per 3 Agustus 2020, katanya, adalah 1.510 tempat ti

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi - Ruang Isolasi untuk pasien positif Covid-19 di RSUD Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketua Divisi Pelacakan, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti, mengatakan pelacakan dan pengetesan masif di kawasan perkantoran di Jabar disertai dengan penguatan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan laboratorium.

Pemerintah Provinsi Jabar pun, katanya, intens menginventarisasi pusat isolasi di luar rumah sakit guna menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19 seiring konsistensi pengetesan yang dilakukan.

Jumlah tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit yang terhimpun di kabupaten atau kota di Jabar per 3 Agustus 2020, katanya, adalah 1.510 tempat tidur, sudah termasuk gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar. Tingkat keterisian pusat isolasi nonrumah sakit hanya 16,21 persen.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun sebelumnya menyatakan pada Senin (3/8) di Makodam III Siliwangi bahwa tingkat keterisian rumah sakit di Jabar hanya 28 persen. Siska mengatakan, upaya tersebut dilakukan Pemda Provinsi Jabar sebagai kesiapsiagaan.

"Jadi untuk semua terkonfirmasi positif tapi tanpa gejala kita sudah siapkan BPSDM untuk menampung. Kita juga siapkan jejaring rumah sakitnya," kata Siska melalui ponsel, Rabu (5/8).

TKW Indramayu Sempat Telepon Saat Sembunyi di Bunker, Nangis Bilang Sedang Terjadi Perang di Suriah

Kisah Pahit Cewek PL Karaoke di Bandung: Tak Punya Uang untuk Makan, Anak Kelaparan, Diusir dari Kos

VIDEO Detik-detik Ledakan Besar di Beirut Lebanon, Diduga Disebabkan Karena Amonium Nitrat

Penanggung Jawab Labkes Provinsi Jabar, Ryan B Ristandi, menyatakan penguatan kesiapan laboratorium pun dilakukan supaya pelacakan dan pengetesan berjalan optimal. kemampuan pengetesan Labkes Provinsi Jabar per hari berada di angka 1.500-2.000 sampel.

"Kami tetap melakukan pembagian jadwal dengan tiga sif, dengan kami ada kurang lebih 70 karyawan berkolaborasi Labkes Jabar dengan ITB," kata Ryan.

Pemerintah Provinsi Jabar, tuturnya, konsisten meningkatkan kapasitas pengetesan dengan menyiapkan laboratorium satelit. Terdapat 28 laboratorium satelit yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar.

Ryan pun memastikan ketersediaan reagen ekstraksi dan PCR. Menurut ia, reagen yang tersedia dapat mengetes sekitar 250 ribu sampel. Reagen ekstraksi dan PCR pun disebar ke 27 kabupaten/kota.

"Sedikit hambatan di bahan habis pakai saja. Di bulan Agustus ini kami ada program di Labkes untuk melaksanakan tes PCR di 27 kabupaten kota dengan target 105 ribu sampel. Itu akan disebar di 27 kabupaten kota dan disebar di 28 laboratorium satelit," katanya.

Dengan demikian, ujarnya, hasil tes akan keluar dalam waktu 2-3 hari. Ryan mengimbau kepada masyarakat yang menjalani swab test untuk mengisolasi diri mandiri selama hasil tes belum keluar. Hal tersebut dilakukan supaya hasil tes akurat.

"Pada saat masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan setelah dilakukan swab, yang kami takutkan adalah masyarakat terpapar COVID-19. Jadi, hasil tes tidak lagi akurat," katanya. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved