Breaking News:

Ini Sanksi Bagi Sekolah di Majalengka yang Bandel Tetap Gelar KBM Tatap Muka

Pasalnya, dinas terkait akan memberi sanksi kepada sekolah yang memaksa menggelar KBM secara tatap muka di tengah Pandemi Covid-19.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi menghadiri acara 'Penyerahan Petikan Keputusan Bupati Majalengka' di Aula Kantor Dinas Pendidikan Majalengka, Selasa (4/8/2020).
Acara itu dihadiri puluhan guru dan kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Majalengka.
Dalam kesempatan itu, Karna mengimbau kepada para kepala sekolah agar tidak menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.
Pasalnya, dinas terkait akan memberi sanksi kepada sekolah yang memaksa menggelar KBM secara tatap muka di tengah Pandemi Covid-19.
"Kepala Dinas Pendidikan Majalengka yang mengambil langkah, yang jelas kami akan beri pengertian terkait kondisi kasus Covid-19 yang terus meningkat," ujar Karna seusai kegiatan, Selasa (4/8/2020).
Dirinya khawatir, jika ada sekolah yang memaksakan KBM digelar secara tatap muka, akan menambah kasus Covid-19 di Majalengka.
Yang mana, saat ini dalam 12 hari terakhir kasus terkonfimasi positif Covid-19 sudah tembus angka 28 kasus.
"Saya khawatir jika memaksakan adanya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, penyebaran virus Corona akan meluas," ucapnya.
"Jadi mencari madorotnya lah, anak belajar di rumah begitu," jelas dia.
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto menambahkan, pihaknya telah mengantisipasi segala kemungkinan yang ada terkait aturan KBM yang dilaksanakan.
Pihaknya pun siap untuk menunda terlebih dahulu dalam melaksanakan KBM secara tatap muka.
"Kita mengantisipasi awal sambutan Pak Bupati, bahwa kecamatan atau wilayah zona hijau diperbolehkan saat kemarin," kata Ahmad.
"Namun, ketika ada satu keputusan yang sekarang tidak boleh, artinya bahwa siswa tidak boleh belajar di sekolah, kita akan upayakan langkah demi langkah, yang terpenting anak tetap belajar di rumah," tuturnya.
Selama ini, sambung dia, kegiatan belajar yang dilakukan terhadap para murid SD dan SMP masih secara daring maupun during.
"Dan guru setiap hari datang ke sekolah, memberikan tugas melalui daring atau during kepada para siswa yang berada di wilayah masing-masing," ujar dia.
Terkait sanksi, Ahmad menambahkan, pihaknya masih memberi pengertian lebih kepada seluruh sekolah.
Pihaknya juga dianggap bukan yang berwenang dalam hal penerapan sanksi.
"Terkait sanksi, kita akan memberi pengertian, kita tidak berkewenangan memberi sanksi, tapi kita memberi pengertian kepada guru, kepala sekolah termasuk kepada orangtua dan masyarakat," tegas Ahmad.
Seperti diketahui, Kabupaten Majalengka menunda KBM yang digelar secara tatap muka menyusul penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 20 kasus.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terus meluasnya kasus penyebaran Covid-19 yang mana saat ini sudah terjadi transmisi lokal.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved