Breaking News:

KBM Tatap Muka

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Tegaskan Hanya Zona Hijau yang Bisa Gelar KBM Tatap Muka, Ini Syaratnya

Kendati sudah berada di zona hijau, sekolah tidak serta-merta dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka

Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Halaman Depan SMPN 1 Kuningan di Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dalam seminggu ini sekolah yang berada di kecamatan berstatus zona hijau di Jawa Barat sudah bisa memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah, sambil menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan terdapat syarat pembukaan sekolah kembali di Jawa Barat.
Sekolah tersebut haruslah sudah masuk zona hijau dan sekolahnya juga harus siap memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Misalkan dia berada di kecamatan zona hijau, tapi sekolahnya enggak siap, tidak ada tempat cuci tangan yang memadai, pengurangan 50 persen (peserta didik dalam satu waktu) belum dilakukan, itu juga belum diizinkan," katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senuin (3/8).
Selama tujuh hari terakhir ini, katanya, sekolah-sekolah sedang menyiapkan diri untuk memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disyaratkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. 
"Nah kalau dalam tujuh hari ini zona hijaunya sudah, persiapan protokol Covid-nya sudah, maka harusnya di minggu ini pembukaan sekolah sudah dimulai. Bisa dicek, sudah mulai di beberapa tempat, dan Itu melakukan pengurangan (peserta didik) sesuai panduan, sekitar setengahnya minimal (dalam satu sif)," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.
Emil mengatakan teritorial pelaksanaan pembelajaran tatap muka direduksi dari skala kabupaten/kota menjadi tingkat kecamatan. Sekolah yang berada di kecamatan berstatus zona hijau selama tiga bulan dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

"Kami tidak akan berbasis kabupaten/kota lagi (dalam menentukan pembukaan pembelajaran tatap muka), terlalu luas. Ada 257 kecamatan yang dari dulu sampai sekarang itu tidak ada kasus," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7).


Kendati sudah berada di zona hijau, sekolah tidak serta-merta dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sekolah harus menyediakan fasilitas dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

Emil menyatakan, pembatasan jumlah peserta didik dalam satu kelas pun mesti dilakukan. Salah satunya dengan membuat sif.
Ia merekomendasikan SMA/SMK didahulukan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Nanti setelah 7 hari atau 14 hari, pembelajaran tatap muka SMA/SMK tidak ada masalah, semua baik, baru level SMP. SMP terkendali baru masuk ke level SD/TK," ucapnya.

"Kami akan mengecek (kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka). Sekolah sudah di zona hijau, dan sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, boleh. Sekolah di zona hijau, tapi belum siap, belum boleh," ujarnya.

Emil menegaskan, konsistensi kecamatan dalam pengendalian Covid-19 amat penting sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Sekolah yang berada di zona hijau kurang dari tiga bulan, kata ia, tidak dapat menggelar pembelajaran tatap muka.

"Syarat zona hijau yang sama sekali tidak ada kasus dari awal sampai saat ini. Atau pernah ada kasus positif Covid-19, tapi setelahnya tidak ada kasus positif selama tiga bulan," katanya. (Sam) 
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved