PT KAI Klaim Banyak Penumpang di Stasiun Cirebon Manfaatkan Rapid Test, Hasilnya Semua Non Reaktif

Surat keterangan itu dapat digunakan sebagai syarat menaiki kereta api jarak jauh selama belum habis masa berlakunya.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Penumpang kereta api jarak jauh saat menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (1/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon mengklaim layanan rapid test di Stasiun Cirebon mendapat sambutan positif dari para penumpang.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, sejak dibuka pada Kamis (30/7/2020) jumlah penumpang yang mengikuti rapid test itu bertambah setiap harinya.

Karenanya, ia menyebut kehadiran layanan rapid test bertarif Rp 85 ribu itu banyak dimanfaatkan penumpang kereta api.

"Jumlah penumpang yang ikut rapid test setiap harinya bertambah," ujar Luqman Arif saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan, pada Kamis lalu jumlah penumpang yang menggunakan layanan rapid test mencapai 20 orang.

INI Jadwal Pencairan Gaji ke-13 dan Uang Pensiunan PNS 2020, Ada 6 Tunjangan Lagi Selain Gaji Pokok

Resep Membuat Tongseng Kambing dan Sapi, Lengkap Tips Agar Daging Empuk dan Mudah Masak

Ini Harga dan Spesifikasi Realme C15, Punya Baterai Jumbo Bisa Jadi Power Bank Tahan 57 Hari

Sementara pada Jumat (31/7/2020) jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat atau tepatnya mencapai 60 orang.

Pihaknya memastikan hasil pemeriksaan rapid test 80 penumpang tersebut nonreaktif.

"Mereka diberi surat keterangan bebas Covid-19 dan berlaku selama 14 hari," kata Luqman Arif.

Surat keterangan itu dapat digunakan sebagai syarat menaiki kereta api jarak jauh selama belum habis masa berlakunya.

Sementara Sutanto (29), penumpang tujuan Yogyakarta, menyampaikan, kehadiran layanan rapid test di Stasiun Cirebon itu sangat membantu.

Pasalnya, tarif rapid test di Stasiun Cirebon itu lebih murah dibanding harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 150 ribu.

"Layanan ini sangat membantu, apalagi tarifnya lebih murah dibanding lainnya," ujar Sutanto. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved