Ketahuan Ada Penumpang yang Reaktif Rapid Test, PT KAI dan Rajawali Nursindo Akan Lakukan Hal Ini

Pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon untuk follow up saat ditemukan penumpang yang hasil tesnya reakti

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Rajawali Nursindo 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI dan Rajawali Nursindo, anak perusahaan PT RNI, menyediakan layanan rapid test di Stasiun Cirebon.

Layanan bertarif Rp 85 ribu untuk satu kali tes tersebut hadir sejak Kamis (30/7/2020).

Supervisor Area Cabang Cirebon Rajawali Nursindo, Dian Irfan, mengatakan, jika ada penumpang yang hasil tesnya reaktif maka segera dilaporkan ke jajaran PT KAI Daop 3 Cirebon.

Selain itu, penumpang yang hasil rapid testnya reaktif tersebut juga akan dilarang naik kereta api.

Bahkan, bea tiket kereta apinya yang telah dikeluarkan penumpang akan dikembalikan 100 persen.

"Kami juga tindak lanjuti dan melaporkannya ke Puskesmas Kejaksan yang terdekat dari Stasiun Cirebon," kata Dian Irfan saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (1/8/2020).

INI Jadwal Pencairan Gaji ke-13 dan Uang Pensiunan PNS 2020, Ada 6 Tunjangan Lagi Selain Gaji Pokok

Resep Membuat Tongseng Kambing dan Sapi, Lengkap Tips Agar Daging Empuk dan Mudah Masak

Ini Harga dan Spesifikasi Realme C15, Punya Baterai Jumbo Bisa Jadi Power Bank Tahan 57 Hari

Pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon untuk follow up saat ditemukan penumpang yang hasil tesnya reaktif.

Agar penanganannya bisa segera ditindaklanjuti untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Untuk teknisnya seperti apa sudah dibicarakan dengan Dinkes sebelum layanan rapid test dimulai di Stasiun Cirebon," ujar Dian Irfan.

Selama Kamis - Jumat (30 - 31/7/2020) layanan rapid test di Stasiun Cirebon telah memeriksa 80 penumpang.

Dipastikan hasil rapid test para penumpang kereta api jarak jauh tersebut nonreaktif.

Mereka pun diberikan surat keterangan bebas Covid-19 yang dapat digunakan sebagai syarat menaiki kereta api jarak jauh dan berlaku selama 14 hari. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved