Breaking News:

Penerapan AKB di Gedung Sate Sudah Ketat, Pegawai Positif Covid-19, Pemprov Jabar Mengaku Kecolongan

Setiawan mengingatkan Gedung Sate adalah sebuah kantor yang setiap hari pekerjanya pulang-pergi ke rumah atau tempat lainnya.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan Gedung Sate selama pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru aksesnya terbuka bagi semua orang berkepentingan, walau tetap ketat melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Banyak yang studi banding ke sini. Jadi kami belum tahu, masih mencari tahu, sumber penularannya dari eksternal atau internal. Secara stuktur tempat tinggal, mereka tinggal di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan beberapa daerah lainnya, Kota Cimahi juga," katanya.

Selama ini, kata Setiawan, pemberlakuan peraturan Adaptasi Kebiasaan Baru di Gedung Sate tetap dilaksanakan. Dari mulai hanya boleh diisi 50 persen pekerjanya, sampai menyiapkan pemindai suhu tubuh dan alat cuci tangan dan pembatasan lainnya.

"Kita harus ambil hikmahnya. Instansi pemerintah yang tertata, hanya boleh diisi 50 persennya saja, yang menyediakan desinfektan, dan alat pencuci tangan, masih juga kita dalam tanda kutip, kecolongan," katanya.

Setiawan mengatakan hal ini menandakan protokol kesehatan harus dilakukan lebih ketat dan tetap disiplin dilaksanakan di mana pun.

INI Jadwal Pencairan Gaji ke-13 dan Uang Pensiunan PNS 2020, Ada 6 Tunjangan Lagi Selain Gaji Pokok

Ini Gambar Bergerak GIF Ucapan Selamat Idul Adha 2020, Kirim untuk Keluarga dan Teman, Tinggal Copas

Ini Harga dan Spesifikasi Realme C15, Punya Baterai Jumbo Bisa Jadi Power Bank Tahan 57 Hari

Setiawan mengingatkan Gedung Sate adalah sebuah kantor yang setiap hari pekerjanya pulang-pergi ke rumah atau tempat lainnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengetesan kepada sekitar 800 orang kontak erat 40 pegawai Gedung Sate yang dinyatakan positif Covid-19. Semua kontak erat ini telah menjalani isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan sampai pengetesan tersebut.

Setiawan mengatakan para pegawai yang positif Covid-19 ini telah dilacak kontak eratnya, yakni orang terdekatnya yang berhubungan dekat selama seminggu terakhir. Mulai dari lingkungan pekerjaan sampai rumahnya.

"Semua (40 kasus) ini hasil pengetesan PCR di Gedung Sate. By name by address semua ada datanya. Kita teliti satu-satu yang terkonfirmasi ini, satu minggu terakhir ketemu siapa dan di mana saja. Kalau tracing 1 orangnya 20 orang kontak dekat, berarti akan ada 800 orang yang harus diuji," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved