Breaking News:

Penertiban Aset KAI Daop 3 Ricuh

PT KAI Daop 3 Cirebon Telah Kirim Surat Peringatan Sebelum Tertibkan Dua Aset Rumah Tersebut

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, jajarannya telah melayangkan surat peringatan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Sejumlah warga saat menghadang petugas PT KAI Daop 3 Cirebon yang akan menertibkan dua aset rumah perusahaan di Jalan Ampera, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon menertibkan dua aset rumah perusahaan di Jalan Ampera, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020).
Sejumlah warga sekitar tampak menolak dan menghadang petugas yang akan menertibkan aset tersebut.
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, jajarannya telah melayangkan surat peringatan.
Namun, pihak yang menempati rumah dinas tersebut tidak menanggapinya malah membangun tempat usaha.
"Maka, kami berupaya melakukan penertiban ini untuk menyelamatkan aset negara," ujar Luqman Arif.
Ia mengatakan, upaya persuasif melalui surat peringatan pertama hingga ketiga telah dikirimkan.
Agar pihak yang menguasai secara melawan hukum untuk mengosongkan Rumah Perusahaan yang telah ditempati.
Namun, Luqman memastikan hingga batas waktu yang ditentukan penghuni rumah tersebut tidak ada itikad baik untuk mengosongkannya secara sukarela.
"Langkah persuasif sudah ditempuh tapi tidak ada respon, sehingga upaya selanjutnya adalah penertiban ini," kata Luqman Arif.
Menurut dia, aset Rumah Perusahaan yang ditertibkan merupakan milik PT KAI yang sah dan legal secara hukum berdasarkan alas hak berupa Sertifikat Hak Pakai Nomor 21 Tahun 1988.
Detail dari dua aset rumah perusahaan yang ditertibkan, total luas bangunannya mencapai 78 m2 dan luas tanahnya 1152 m2.
Ricuh, Petugas Dihadang Oknum Warga
Sejumlah petugas PT KAI Daop 3 Cirebon menertibkan dua aset rumah perusahaan di Jalan Ampera, Kota Cirebon, Rabu (29/7/2020) pagi.
Namun, sejumlah warga menolak penertiban tersebut hingga menghadang petugas di dekat lokasi.
Sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar Jalan Ampera sejak kira-kira pukul 06.30 WIB.
Mereka terlihat mencegat petugas yang hendak mengosongkan aset perusahaan yang kini digunakan sebagai tempat usaha tersebut.
Petugas gabungan dari Polres Cirebon Kota dan Kodim 0614/Kota Cirebon juga telah bersiaga di lokasi.
Mereka tampak menengahi petugas PT KAI Daop 3 Cirebon dan warga yang menolak penertiban itu.
Aksi dorong-dorongan juga sempat terjadi beberapa kali saat para petugas PT KAI Daop 3 Cirebon hendak mengeksekusi asetnya tersebut.
Beruntung, petugas TNI - Polri tampak sigap bertindak dan meredakannya.
Selanjutnya perwakilan PT KAI Daop 3 Cirebon dan pemilik usaha beserta warga berdiskusi untuk membahas jalan keluarnya.
Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, penertiban itu merupakan langkah jajarannya untuk mengamankan aset-aset negara.
"Penertiban ini agar aset tersebut tidak disalahgunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Luqman Arif saat ditemui usai kegiatan.
Ia mengatakan, hal itu sesuai surat edaran Menteri BUMN RI Nomor SE-09/MBU/2009 perihal Penertiban Aset Tanah dan Bangunan, serta surat dari KPK RI Nomor R.4002/10-12/09/2014 tentang Tindak Lanjut Penertiban Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan PT KAI.
Luqman juga menyayangkan adanya penolakan warga dalam penertiban aset dua rumah dinas PT KAI Daop 3 Cirebon.
Pasalnya, PT KAI sebagai pemilik aset sudah sewajarnya bertindak untuk menjaga dan mengamankannya untuk menghindari kerugian negara.
"(Kericuhan) ini sangat disayangkan, tapi kami tetap berusaha untuk mengamankan aset negara dari oknum tidak bertanggung jawab," kata Luqman Arif.
Dalam kesempatan itu, PT KAI Daop 3 Cirebon menertibkan dua aset rumah perusahaan yang berada di Jalan Ampera Nomor 31A dan 33A, Kota Cirebon.
Kondisi rumah dinas itupun telah diubah sehingga menjadi tempat usaha dan tidak ada kontrak penyewaan dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.
"Pemilik usaha tersebut tidak membayar sewa sejak 2013 sehingga ditertibkan," ujar Luqman Arif.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved