Breaking News:

Penobatan Sultan Sepuh

Ini Tanggapan Filolog Soal Kalangan Pesantren Minta Dilibatkan dalam Penobatan Sultan Sepuh Cirebon

Kalangan pesantren di Cirebon meminta dilibatkan dalam penobatan Sultan Keraton Kasepuhan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bangunan utama Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kalangan pesantren di Cirebon meminta dilibatkan dalam penobatan Sultan Keraton Kasepuhan.

Pasalnya, posisi tersebut hingga kini masih kosong setelah mangkatnya Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat.

Menanggapi hal tersebut, Filolog Cirebon, Raffan S Hasyim, menyampaikan, pesantren dulunya diturunkan dari keraton.

Dua Pegawai DP3AKB yang Positif Covid-19 Merupakan Staf dari Pasien Nomor 13 Covid-19 Majalengka

VIDEO - Rusak Rumah Kontrakan Warga, 3 Geng Motor Diciduk Polisi Sukabumi, Malah Menangis

Menurut dia, di zaman dulu jika keraton dipandang salah, maka pesantrenlah yang akan meluruskannya.

"Sunan Gunung Jati diangkat di Keraton Kasepuhan oleh Sunan Ampel yang merupakan seorang ulama," ujar Raffan S Hasyim saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Rabu (29/7/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan sejarah Sultan Keraton Kasepuhan juga merupakan seorang kiai atau ulama.

Sultan terakhir di Keraton Kasepuhan yang mupakan ulama adalah Sultan Sepuh V, Sultan Matangaji.

Bahkan, Sultan Matangaji digembleng agamanya terlebih dulu sebelum naik takhta sebagai Sultan Sepuh V.

Pemkot Bandung Akhirnya Ikuti Pemprov Jabar Beri Sanksi Denda Uang Buat Warga Yang Tak Pakai Masker

"Beliau (Sultan Matangaji) disembunyikan dulu atau bahasa sekarangnya dipesantrenkan, bahkan sampai orang lain juga tidak tahu beliau calon raja," kata Raffan S Hasyim.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved