Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

PKB Bersikukuh Ingin Head to Head di Pilkada Indramayu 2020, Minta PDIP dan Gerindra Gabung Koalisi

Menurut Muhamad Sholihin, belum bergabungnya dua partai besar itu karena masih menunggu restu dari DPP partai masing-masing.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Bakal Calon Bupati Indramayu dari PKB, Muhamad Sholihin, Selasa (28/7/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRUBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap bersikukuh ingin terjadinya head to head dalam Pilkada Indramayu 2020.
Sesuai jadwal Pilkada Serentak tersebut akan digelar pada 9 Desember 2020.
Ketua DPC PKB Indramayu, Muhamad Sholihin mengatakan, sekarang ini baru 5 partai yang sudah final menjalin koalisi besar, yakni PKB, Demokrat, PKS, Nasdem, dan Perindo.
Jika ditotal berdasarkan jumlah kursi parlemen, gabungan dari 5 partai politik tersebut mencapai 14 kursi. Dengan rincian, PKB sebanyak 7 kursi, Demokrat 3 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem dan Perindo masing-masing 1 kursi.
"Kita juga sudah komunikasi dengan PDI Perjuangan dan Gerindra untuk ikut bergabung," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/7/2020).
Menurut Muhamad Sholihin, belum bergabungnya dua partai besar itu karena masih menunggu restu dari DPP partai masing-masing.
Ia pun memberi jeda waktu hingga rekomendasi dari DPP partai koalisi yang sudah tergabung keluar.
Jika PDI Perjuangan dengan sebanyak 7 kursi di parleman dan Partai Gerindra sebanyak 6 kursi maka akan semakin menambah kekuatan partai koalisi pada Pilkada Indramayu 2020.
Sejauh ini, baru pasangan calon dari jalur perseorangan Toto Sucartono - Deis Handika saja yang sudah mantap mendaftarkan diri sebagai calon bupati.
Sedangkan pesaing lainnya, Partai Golkar dengan sebanyak 22 kursi di parlemen masih dalam tahap penggodokan kader untuk direkomendasi.
Ia menyarankan agar PDI Perjuangan dan Partai Gerindra bisa ikut bergabung membangun infrastruktur dahulu.
Terkait siapa nama bakal calon yang akan direkomendasi sebaiknya diserahkan penuh kepada masing-masing DPP partai.
"Insya Allah sesuai rencana tanggal 17 Agustus kita bisa deklarasikan siapa calon yang akan didaftarkan," ujar dia.

Bakal Calon Bupati dan Wakil Mengerucut

Koalisi partai di Kabupaten Indramayu semakin mantap mempersiapkan diri menghadapi Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 nanti.

Dari sekian banyak nama, kini mengerucut dua nama kuat yang bakal direkomendasi untuk didaftarkan sebagai calon bupati dan wakil bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kedua nama itu adalah Muhamad Sholihin dari PKB dan Ratnawati dari Partai Demokrat.

Muhamad Sholihin sendiri diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, sedangkan Ratnawati merupakan seorang dokter sekaligus istri dari Anggota DPR RI Herman Khaeron.

Muhamad Sholihin mengatakan, mengerucutnya dua nama tersebut berdasarkan hasil rapat pleno yang digelar oleh partai koalisi yang terdiri dari PKB, Demokrat, PKS, Nasdem dan Perindo.

"Yang sudah jelas dengan kita koalisi dengan Demokrat CS, itu sudah final dan mengerucut dua nama, yaitu saya dan ibu Ratna," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/7/2020).

Kedua nama itu pun sudah diteruskan ke DPP masing-masing partai untuk ditindaklanjuti hingga menghasilkan rekomendasi.

 Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Besok 29-30 Juli 2020 Jelang Idul Adha, Berikut Keutamaannya

 Oppo Reno 4 dan Reno 4 Pro Bakal Dirilis Agustus 2020 Nanti, Berikut Spesifikasi & Bocoran Harganya

Muhamad Sholihin yang sekaligus Ketua DPC PKB Indramayu mengaku belum bisa memprediksi siapa yang bakal menempati posisi calon bupati dan wakil bupati.

Terlebih pihaknya masih menunggu sikap dari PDI Perjuangan dan Gerindra untuk bisa ikut bergabung dalam koalisi.

"Saya tunggu sampai kami turun rekom. Kalau nanti PDI Perjuangan dan Gerindra gabung kemungkinan bisa rombak lagi," ujar dia.

Batal Mencalonkan

Dedi Wahidi meminta maaf batal maju dalam Pilkada Indramayu 2020 karena tak mendapat restu dari anak dan istrinya.

Hal tersebut disampaikan Dedi Wahidi yang merupakan anggota DPR RI Fraksi PKB sekaligus pengurus DPP PKB dalam kegiatan Harlah PKB Ke-22 di DPC PKB Indramayu, Kamis (23/7/2020).

Dedi Wahidi mengatakan, walau semua pihak mendorongnya untuk maju Pilkada namun hingga saat ini anak dan istrinya melarang hal tersebut.

Sebagai gantinya, ia akan mendukung penuh langkah bakal calon bupati dari kubu koalisi hingga bisa memenangkan Pilkada Indramayu 2020 dan menjadi penasihat Bupati dan Wakil Bupati kelak jika terpilih.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, tapi karena anak istri tidak boleh maka saya akan jadi penasihat Bupati dan Wakil Bupati saja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Dedi Wahidi yang sekarang duduk sebagai Anggota Komisi V DPR RI menyampaikan, sementara waktu DPP memberi tugas kepada Muhamad Sholihin sekaligus Ketua DPC PKB Indramayu untuk maju mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Indramayu.

DPP PKB memberi waktu bagi Muhamad Sholihin untuk membangun koalisi yang kokoh demi kemenangan pada Pilkada Serentak sampai tanggal 25 Juli 2020.

"Saya ingin tanggal 25 sudah ke DPP melaporkan hasil koalisi ini," ujar dia.

Ia menyampaikan, hingga saat ini pembentukan koalisi tersebut sudah mulai terbentuk. Di dalamnya ada beberapa partai politik yang ikut mendukung, yakni terdiri dari PKB, Demokrat, PKS, Nasdem dan Perindo.

Sementara itu, Bakal Calon Bupati Indramayu, Muhamad Sholihin menambahkan, komunikasi politik akan terus dilakukan termasuk kepada partai politik lainnya yang belum ikut bergabung, khususnya PDI Perjuangan dan Gerindra.

Pihaknya juga merencanakan akan mengadakan pertemuan untuk mematangkan koalisi tersebut agar bisa segera dilaporkan ke DPP masing-masing partai.

"Pertemuan koalisi insya Allah besok untuk membahas duduk bersama. Satu kata kita ingin head to head," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved