Breaking News:

Plered Jadi Klaster Baru Cirebon

Kecamatan Plered akan Menyemprot Kantor Desa Trusmi Kulon dengan Disinfektan Saat Ditutup Nanti

Penutupan sementara itu merupakan tindaklanjut adanya lima perangkat desa yang dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Camat Plered Kabupaten Cirebon, Hardomo. 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, menutup sementara Balai Desa Trusmi Kulon.
Penutupan sementara itu merupakan tindaklanjut adanya lima perangkat desa yang dinyatakan positif Covid-19.
Camat Plered, Hardomo, mengatakan, penutupan sementara Balai Desa Trusmi Kulon berlangsung sejak Senin (27/7/2020).
"Ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Hardomo kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/7/2020).
Selama penutupan sementara itu, pihaknnya akan melakukan desinfeksi secara berkala.
Ia mengatakan, seluruh areal balai desa akan disemprot menggunakan cairan desinfektan.
Bahkan, penyemprotan desinfektan juga dilakukan di areal pelayanan publik yang merupakan lokasi perangkat desa beraktivitas.
Selain itu, kompleks PAUD yang berdekatan dengan Balai Desa Trusmi Kulon juga bakal disemprot desinfektan.
"Desinfeksi ini akan dilaksanakan bersama unsur terkait lainnya," kata Hardomo.
Diberitakan sebelumnya, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon berambah 20 orang.
Dari jumlah tersebut, 16 orang di antaranya berasal dari klaster Kecamatan Plered dan termasuk lima perangkat Desa Trusmi Kulon.
Mereka diduga terpapar dari pasien ke-42 yang juga berasal dari wilayah Kecamatan Plered.
Diketahui, 16 orang tersebut merupakan kontak erat dari pasien ke-42.
Selain lima perangkat desa, sembilan anggota keluarga, pembantu, dan tukang becak yang sering mangkal di dekat rumah pasien 42 juga dinyatakan positif Covid-19.
5 Perangkat Desa Positif Corona
Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon memunculkan klaster Kecamatan Plered.
Hingga kini, sedikitnya terdapat 16 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Plered.
Camat Plered, Hardomo, mengakui, lima di antaranya merupakan perangkat Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Karenanya, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Plered memutuskan utnuk menutup sementara Balai Desa Trusmi Kulon sejak Senin (27/7/2020).
"Balai Desa Trusmi Kulon ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Hardomo kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/7/2020).
Ia mengakui durasi penutupan sementara itu dapat berubah sewaktu-waktu.
Pasalnya, hal tersebut akan menyesuaikan perkembangan kasus Covid-19 klaster Plered.
Namun, sebagai langkah awal penutupan sementara Balai Desa Trusmi Kulon berlangsung selama tiga hari.
"Saat ini, ditutup sementara selama tiga hari, nanti akan menyesuaikan perkembangan di lapangan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait," ujar Hardomo.
Diberitakan sebelumnya, 16 orang tersebut diduga terpapar dari kasus sebelumnya yang juga berasal dari wilayah Kecamatan Plered.
Yakni, pasien ke-42 yang dinyatakan positif terpapar virus corona pada pekan lalu.
Mereka yang dinyatakan positif itu merupakan kontak erat dari pasien ke-42.
Dari 22 orang yang diswab test, ada 16 orang yang hasilnya positif Covid-19.
Mereka terdiri dari sembilan anggota keluarga, pembantu, dan tukang becak yang sering mangkal di dekat rumah pasien 42, serta lima perangkat Desa Trusmi Kulon.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved