Breaking News:

Virus Corona Secapa AD

Kabar Baik, Sebanyak 126 Siswa Secapa AD Bandung Sembuh Covid-19, Sisa 363 orang Masih Dirawat

Sebanyak 363 pasien positif Covid 19 yang tersisa tersebut , Nefra menjelaskan bahwa sudah tidak ada lagi yang dirawat di Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Angka kasus positif Secapa AD menyebabkan jumlah kasus positif baru mencapai rekor tertinggi, yakni sebanyak 2.657 orang pada Kamis (08/07). 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Beberapa pekan lalu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengumumkan ada 1.308 orang positif Covid-19 di lingkungan Secapa AD.
Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus melalui keterangan tertulisnya pada Senin (27/7/2020) mengatakan bahwa hari ini ada penambahan jumlah pasien yang sembuh dari Corona.
"Hari ini, jumlah yang sembuh sebanyak 126 orang. Sebelumnya jumlah yang sembuh ialah 146 orang, bertambah lagi sebanyak 126 orang, total menjadi 945 orang," kata Brigjen TNI Nefra Firdaus (27/7/2020).
Dari 1.308 orang yang terpapar positif Covid-19 di Secapa AD, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 363 orang atau sekira 27,8 persen masih positif.
Sebanyak 363 pasien positif Covid 19 yang tersisa tersebut , Nefra menjelaskan bahwa sudah tidak ada lagi yang dirawat di Rumah Sakit Dustira, Cimahi.
Semua pasien sedang menjalani isolasi mandiri di Secapa AD dan tidak menunjukkan gejala apapun.
 Terkait dengan proses donor plasma darah terhadap pasien yang sembuh, terus dilakukan uji Klinis anti Covid 19 oleh Tim Universitas Airlangga, BIN, TNI AD dan proses awal donor Plasma Convalesence di Secapa AD dan Pusdikpom masih terus berlangsung.

Dinkes Kota Bnadung Kesulitan

Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku kesulitan untuk melacak tempat yang pernah dikunjungi siswa calon perwira TNI yang mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat ( Secapa AD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, informasi tersebut tidak bisa didapatkan, lantaran pihak Secapa AD selama ini tertutup.

"Mohon maaf saya hanya mendapatkan info (jumlah orang yang tertular Covid-19) saja, kami tidak langsung masuk ke dalam, sehingga info itu harus jelas," kata Rita di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (14/7/2020).

Rita mengatakan, sebelum Secapa AD ditetapkan menjadi klaster penyebaran Covid-19, kemungkinan besar para calon perwira yang mengikuti pendidikan di Secapa AD mendatangi sejumlah tempat di Kota Bandung.

"Tapi tentu suka dapat izin plesir. Seputar situ sudah pasti," kata dia.

 Daftar Harga HP Vivo Bulan Juli 2020, Lengkap dengan Bocoran Harga Vivo X50 Pro dan Vivo X50

 Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan: Ada Polygon, United, Element, Hingga Noris

Sebagai langkah pencegahan, saat ini di 7 rukun warga (RW) yang berbatasan langsung dengan Secapa AD diberlakukan cek poin untuk memeriksa setiap warga yang keluar dan masuk.

Dinkes Kota Bandung kebagian tugas untuk melakukan pengecekan suhu tubuh di cek poin tersebut.

"Kita melakukan pemeriksaan suhu seperti biasa saat melakukan PSBB," kata Rita.

Diberitakan sebelumnya, Secapa AD di Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjelaskan, kasus Covid di Secapa AD ditemukan dari ketidaksengajaan, yakni ketika dua perwira Secapa AD berobat di Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

"Jadi ada dua prajurit atau perwira siswa yang berobat ke Rumah Sakit Dustira. Rumah Sakit Dustira itu adalah rumah sakit Angkatan Darat terbesar di Jabar, ada di kota ini," ujar Andika saat konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved