Breaking News:

Ban Bekas Jadi Alat Pemecah Ombak di Indramayu Hal Ini Berawal Dari Ketidaksengajaan

Salah seorang aktivis lingkungan, Abdul Latief mengatakan, inovasi ini menjadi solusi untuk menyelamatkan daratan.

handhika Rahman/Tribuncirebon.com
: Ratusan aktivis lingkungan dan pelajar saat memasang Alat Pemecah Ombak (APO) di Pesisir Pantai Kawasan Hutan Mangrove Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu saat pelaksanaan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dengan menggunakan ban bekas, warga di Kabupaten Indramayu menciptakan inovasi Alat Pemecah Ombak (APO) untuk mencegah abrasi.

Salah seorang aktivis lingkungan, Abdul Latief mengatakan, inovasi ini menjadi solusi untuk menyelamatkan daratan.

Di Kabupaten Indramayu ancaman abrasi sangat terasa, pada tahun-tahun sebelumnya sekitar 10 meter daratan tergerus oleh air laut dan diprediksi akan mengancam bisa mencapai 30 meter tahun ini.

"Kebetulan di kita ini kondisi abrasi sangat luar biasa, tahun ini bisa sampai 30 meter mungkin dan kita sudah kehabisan daratan makanya kita upayakan menjaring kawan-kawan yang lain untuk berdonasi ban bekas," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Pesisir Pantai Kawasan Hutan Mangrove Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu saat pelaksanaan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2020).

Abdul Latief mengatakan, terlalu lama bilamana menunggu upaya pemerintah untuk merenovasi breakwater dari batu yang kini kondisinya sudah rusak.

Ia menilai, perlu adanya inovasi dari masyarakat untuk melindungi daerahnya sendiri sebagai alternatif.

Adapun ide awal pembuatan APO dari ban bekas ini,  dikatakan Abdul Latief berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu ia hanya iseng menanam ban bekas di pesisir pantai.

Bocoran Harga dan Spesifikasi Lengkap Oppo Reno 4 yang Bakal Rilis Agustus 2020 Nanti

Daftar Harga Realme Juli 2020, Cek Bocoran Spesifikasi Realme C15 yang Dirilis 28 Juli Nanti

Namun, saat ditinjau kembali 5 tahun setelahnya, ban tersebut kondisinya masih utuh dan kekuatannya sama seperti penahan ombak dari batu yang biasa digunakan.

Terlebih jika dibandingkan batu, ban bekas jauh lebih terjangkau untuk pengadaannya.

"Tahun 2007 pernah nyoba pakai bambu, 2011 pakai bambu tapi tidak tahan lama, terus tidak sengaja nyoba pakai ban pas dilihat lima tahun kedepannya ban itu tapi masih utuh, padahal tidak sengaja ditanam," ujar dia.

Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia hari ini, pihaknya juga melakukan penanaman sebanyak 1.400 ban bekas yang dibagi menjadi 4 titik lokasi.

Dengan panjang 400 meter dan menjulur ke laut sepanjang 30 meter.

Penanaman APO dari ban bekas ini pun cukup dirangkai menggunakan tali tambang dan ditancapkan menggunakan bambu sebagai penahan.

Hasil MotoGP Andalusia 2020: Fabio Quartararo Juara, Valentino Rossi Kembali Naik Podium

Download MP3 Lagu Terlanjur Mencinta Versi Lyodra, Tiara Andini dan Ziva Magnolya, Rajai Tangga Lagu

Untuk menguatkan, pihaknya juga akan menanam pohon mangrove di belakang APO tersebut.

"Kita akan buktikan bagaimana ban ini mampu mengatasi abrasi," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved