Breaking News:

Keluarga Pasien Hajar Perawat Sampai Babak Belur, Sebut Perawat Lontarkan Kata-kata Enggak Sopan

Keluarga pasien yang melakukan aksi pemukulan terhadap perawat angkat bicara.

Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Keluarga pasien yang melakukan aksi pemukulan terhadap perawat angkat bicara.

//

Ia melakukan aksi spontanitas karena terpancing emosi dan sakit hati karena perawat mengeluarkan kata kurang sopan kepada almarhum ibunya yang sudah meninggal.

Kalimat yang memancing emosi keluarga pasien adalah bahwa "almarhumah sang ibu tidak mau diam dan tak bisa diatur, beruntung tidak diikat juga".

Perwakilan keluarga, E, menceritakan kronologis kejadian sampai adanya pemukulan di kamar nomor 20 ruang ICU RSUD Sayang Kabupaten Cianjur.

"Pada hari Senin (20/7/2020) sekitar pukul 08.30 WIB kami membawa orangtua kami ke RSUD Kabupaten Cianjur dikarenakan sakit lambung dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB," ujarnya dalam pesan klarifikasi yang diterima Tribun, Sabtu (25/7/2020).

Pasien langsung ditangani oleh bagian IGD RSUD KabupatenbCianjur dalam keadaan sadar dan masih bisa komunikasi dengan hasil pemeriksaan dokter jaga bahwa pasien adanya sakit lambung dan penyempitan pembuluh jantung.

"Setelah itu dilakukan tindakan medis dengan memberikan obat berupa tablet dan cairan yang dimasukan lewat suntikan," katanya.

Keluarga mendapat keterangan dari petugas IGD yang memberitahukan bahwa pasien harus dirawat di ruang ICU.

 Ramalan Bintang Sabtu 25 Juli 2020 Zodiak Cinta: Virgo Penuh Kasih, Suasana Hati Taurus sedang Buruk

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved