Breaking News:

Anggota DPR RI Sesalkan Penyegelan Proyek Batu Satangtung, Maman: Prihatin, Harusnya Dialog Dulu

jika melihat lingkungan Cigugur ini sudah merupakan pengamalan dari Bhinneka Tunggal Ika.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Anggota DPR RI Maman Imanul Haq dan anggota DPR RI GKR Hemas mengunjungi kediaman pupuhu AKUR Djati Kusumah di Cigugur, Kuningan, Jumat (24/7/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Polemik penyegelan pembangunan Tugu /Batu Satangtung yang terletak di Kawasan Curug Goong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur yang dilakukan Petugas Pol PP Pemkab Kuningan, mendapat sorotan dari anggota DPR RI, Maman Imanul Haq.

Hal itu mengemuka saat Maman sowan langsung dengan Rama Djati Kusumah di kediamannya, di Kelurahan Cigugur, Jum'at (24/7/2020).

"Resistensi masyarakat yang direspons Pol PP, seharusnya dilakukan dialog terlebih dahulu," kata Maman.

Maman yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini mengatakan, selaku mantan tim pemenangan Pilihan Presiden pasangan Jokowi - Ma'ruf sebelumnya, pemerintah telah sepakat untuk tidak mengutak ngatik ideologi Pancasila.

"Namun melihat permasalahan di daerah justru sangat prihatin," katanya.

Daftar Harga HP Murah di Bawah Rp 3 Juta, Lengkap dengan Spesifikasi: Vivo, Oppo hingga Samsung

Daftar Harga Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp 5 Jutaan, Mulai dari Element, Dahon, United dan Pasific

Daftar Harga Terbaru Realme Juli 2020, Cek Bocoran Spesifikasi Realme C15 yang Bakal Rilis 28 Juli

Oleh karenanya, kata Maman, pihaknya tidak lelah untuk terus mengingatkan kepada ormas dan lapisan masyarakat untuk bisa saling menghormati.

"Kami nyatakan sikap pernyataan ini dengan teman - teman lainnya," kata Maman yang mengaku sudah lama tak melakukan silaturahmi ke Rama Djati Kusumah, sekaligus pupuhu Akur Sunda Wiwitan Kuningan ini.

Di tempat yang sama, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menambahkan, ini persoalan budaya yang mesti dilestarikan. "Sebab bangsa besar itu, bangsa yang melestarikan budaya dan ini, bisa dilihat dengan negara lain," katanya.

Sebagai harapan, kata GKR, semoga tidak ada persolan lain dan proyek pembangunan bisa dilanjutkan kembali. "Penyegelan bisa selesai dan pembangun bisa diteruskan," katanya.

Akivitis Fahmina Institute, Marzuki Wahid mengatakan, jika melihat lingkungan Cigugur ini sudah merupakan pengamalan dari Bhinneka Tunggal Ika.

"Di mana tadi saya lihat, satu lahan makam berbeda agama dan tidak jadi masalah," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved