Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Penilaian Zona Corona di Jabar Bakal Sampai Tingkat Kecamatan, Wacanakan Sekolah Tatap Muka

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan

ISTIMEWA Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bersilaturahmi dengan Pemimpin Redaksi Media Massa wilayah Jabar via video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (10/6/20) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan pengkategorian atau leveling zona kewaspadaan COVID-19 di Jabar akan dilakukan sampai tingkat kecamatan.

Hal ini untuk mewacanakan pemberlakuan kembali sekolah secara tatap muka di kecamatan yang masuk zona hijau.

"Mulai minggu ini kita konversi lima level (kewaspadaan Jabar) menjadi empat (sesuai Gugus Tugas Nasional) yaitu Merah, Oranye, Kuning, dan Hijau. Hasilnya, 19 persen (lima kota) masuk Zona Oranye atau Risiko Sedang. Lalu 22 kabupaten/kota (81 persen) yang Risiko Rendah (Zona Kuning)," ucap Kang Emil saat menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Subang, Selasa (21/7).

"Arahan saya, nanti koordinasi dengan gugus tugas provinsi karena mulai minggu ini kami akan mengecek levelnya per kecamatan. Saya harapkan dan saya duga ada kecamatan yang Zona Hijau. Kalau kecamatan sudah Zona Hijau, maka pembukaan sekolah boleh diwacanakan," tambahnya.

 Sebelum Gelar Operasi Patuh Lodaya, Personel Lantas Cimahi Di-Rapid Test

Syaratnya, lanjut Kang Emil, adalah kegiatan belajar tatap muka hanya boleh bagi siswa domisili di kecamatan Zona Hijau ersebut. Jika ada siswa lintas kecamatan dan asalnya itu belum Zona Hijau, maka siswa tersebut tetap diminta belajar secara dalam jaringan (daring) atau online.

"Tapi jika sekolahnya belum di kecamatan Zona Hijau, belum diizinkan. Kalau ada beberapa yang sudah hijau dan sekolah kita buka bertahap, SMA dulu karena siswanya relatif lebih bisa diatur, kalau aman baru geser ke SMP dan SD," tuturnya.

Berikutnya, dengan dibukanya kembali ekonomi secara bertahap di masa AKB, Kang Emil meminta agar Gugus Tugas melakukan pengetesan secara masif di lima tempat, yaitu terminal dan stasiun, pasar, tempat wisata, institusi pendidikan kenegaraan, serta lembaga pemasyarakatan.

"Sehingga kunci (penanggulangan) selama AKB ini adalah pengetesan. Saya minta Subang terdengar berita tesnya. Jangan sampai ekonomi dibuka, tapi tidak terdengar ada agresivitas pengetesan. Itu bisa jadi bom waktu seolah-olah tidak ada kasus padahal tidak dites," ucap Kang Emil.

Dirinya pun mengingatkan untuk menggalakan protokol 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Terkait regulasi pendisiplinan protokol kesehatan salah satunya terkait denda tidak memakai masker di ruang publik, Kang Emil berujar bahwa hal itu dilakukan karena ketaatan warga memakai masker masih di bawah 50 persen.

 Kabar Gembira, 13 Lowongan Kerja di Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Daftar di Sini

"Per hari ini masih sesuai jadwal, rencana tanggal 27 diterapkan. Kami masih tunggu surat Inpres (Instruksi Presiden) untuk menguatkan dasar hukumnya. Kami pemerintah pun tidak suka hingga ada regulasi denda, tapi kalau warga tidak suka didenda, ya, pakai masker. Jadi denda ini hanya instrumen kedisiplinan," kata Kang Emil.

"Lockdown versi masker, ekonomi masih gerak. Pilihan rasional hari ini, ekonomi jalan yang di-lockdown hanya mulut dan hidung. Saya titip TNI/Polri dan Satpol PP tegas (menerapkan regulasi kedisiplinan) tapi situasional, terutama pendisiplinan di keramaian," tuturnya.

Kang Emil juga menyarankan agar Gugus Tugas di daerah mewaspadai perlintasan masuk yang dilalui orang dengan KTP non-Jabar. Dirinya mengingatkan, kasus impor bisa merusak angka Reproduksi Efektif (Rt) COVID-19 di Jabar yang per 16 Juli lalu kembali di bawah angka satu yakni 0,75.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved