Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Golkar Terancam Tak Bisa Daftarkan Calon Bupati dan Wakilnya di Pilkada Indramayu 2020

Sedangkan, ketua dan sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu saat ini hanya berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Ketua terpilih DPD Partai Golkar Indramayu berdasarkan hasil Musda, Syaefudin, Rabu (22/7/2020). 

Tahu Pemecatan Lewat Medsos 

Sebelumnya kisruh di tubuh internal DPD Golkar Indramayu semakin memanas pasca digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) X pada 16 Juli 2020 lalu.

Terbaru, ketua terpilih berdasarkan hasil Musda, Syaefudin dikabarkan dipecat dari keanggotaan bersama pengurus lainnya yang juga terlibat dalam Musda tersebut.

Anehnya, kabar pemecatan itu justru diterima Syaefudin dari media sosial (Medsos).

Menanggapi hal tersebut, Syaefudin mengaku ada kejanggalan dengan pemecatan dirinya.

Padahal, ia tidak pernah dipanggil secara resmi perihal pelaksanaan Musda yang dianggap ilegal oleh DPD Partai Golkar Jawa Barat hingga berujung pada pemecatan dirinya.

“Sampai saat ini saya belum pernah menerima SK pemecatan saya dan pengurus lain. Saya tahu dipecat justru dari media sosial (medsos). Itu sama artinya saya dipecat melalui medsos,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (22/7/2020).

Syaefudin menjelaskan, sesuai regulasi, untuk proses pemecatan kader atau perombakan kepengurusan harus dilalui mekanisme organisme.

Hal itu harus dilakukan dengan digelarnya Musda.

Kabar pemecatan Syaefudin yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris lalu terpilih menjadi ketua DPD Partai Golkar Indramayu juga banyak beredar di kalangan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved