Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

DPD Golkar Indramayu Memanas, Syaefudin Tahu Dipecat Dari Keanggotaan Golkar Lewat Medsos

Syaefudin menjelaskan, sesuai regulasi, untuk proses pemecatan kader atau perombakan kepengurusan harus dilalui mekanisme organisme.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Syaefudin bersama jajaran partai yang dipecat dari keanggotaan karena Musda yang dianggap ilegal saat konferensi pers di DPD Partai Golkar Indramayu, Selasa (21/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kisruh di tubuh internal DPD Golkar Indramayu semakin memanas pasca digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) X pada 16 Juli 2020 lalu.

Terbaru, ketua terpilih berdasarkan hasil Musda, Syaefudin dikabarkan dipecat dari keanggotaan bersama pengurus lainnya yang juga terlibat dalam Musda tersebut.

Anehnya, kabar pemecatan itu justru diterima Syaefudin dari media sosial (Medsos).

Menanggapi hal tersebut, Syaefudin mengaku ada kejanggalan dengan pemecatan dirinya.

Padahal, ia tidak pernah dipanggil secara resmi perihal pelaksanaan Musda yang dianggap ilegal oleh DPD Partai Golkar Jawa Barat hingga berujung pada pemecatan dirinya.

“Sampai saat ini saya belum pernah menerima SK pemecatan saya dan pengurus lain. Saya tahu dipecat justru dari media sosial (medsos). Itu sama artinya saya dipecat melalui medsos,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (22/7/2020).

Syaefudin menjelaskan, sesuai regulasi, untuk proses pemecatan kader atau perombakan kepengurusan harus dilalui mekanisme organisme.

Hal itu harus dilakukan dengan digelarnya Musda.

Kabar pemecatan Syaefudin yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris lalu terpilih menjadi ketua DPD Partai Golkar Indramayu juga banyak beredar di kalangan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved