Breaking News:

14 Kecamatan di Garut Rawan Alami Kekeringan, Kawasan Pertanian Terancam Gagal Panen

Kami sudah kasih informasinya ke Dinas Pertanian. Nanti langkah antisipasinya, dinas yang melakukan termasuk soal teknisnya

Editor: Machmud Mubarok
DOK ACT
Ilustrasi Kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Garut rawan mengalami kekeringan. Apalagi intensitas hujan mulai berkurang dalam beberapa bulan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut, Tubagus Agus Sopyan, mengatakan, ke 14 kecamatan yang rawan kekeringan itu berada di hampir semua wilayah. Yakni Garut utara, tengah, dan selatan.

Saat ini, debit air di beberapa wilayah juga mulai berkurang. Pihaknya pun mulai melakukan langkah antisipasi agar tak terjadi kekeringan.

"Dari 42 kecamatan, ada 14 yang rawan kekeringan. Kami sudah koordinasi dengan instansi terkait untuk cari solusinya," kata Tubagus, Rabu (22/7/2020).

Wilayah yang harus segera diantisipasi, tuturnya, yakni kawasan pertanian. Jika sampai terjadi kekeringan, dampaknya bisa menyebabkan gagal panen.

BREAKING NEWS Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia

Sultan Sepuh XIV Tinggalkan Seorang Istri dan 4 Anak, PR Luqman Zulkaedin Salah Satu Putranya

Ini Profil Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, Pernah Jadi Anggota DPD

"Kami sudah kasih informasinya ke Dinas Pertanian. Nanti langkah antisipasinya, dinas yang melakukan termasuk soal teknisnya," ujarnya.

Selain ke Dinas Pertanian, persoalan ancaman kekeringan juga dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut. Dinas tersebut aka mengatasi soal saluran air maupun pemanfaatan irigasi di daerah rawan terdampak kekeringan.

Tubagus menambahkan, Dinaa Pemadam Kebakaran juga sudah siap untuk mendistribusikan air bersih. Warga yang membutuhkan nantinya bisa menghubungi ke pihak kecamatan.

"PDAM juga akan memasok air yang didistribusikan Damkar. Tapi semoga kerawanan ini tidak terjadi dan pasokan air bersih tetap ada untuk warga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved