Breaking News:

Pekerja Tempat Hiburan Adukan Nasib, Jual Motor untuk Beli Beras Tabungan Ludes Agar Bertahan Hidup

dengan sisa penghasilan yang dimilikinya, ia pun harus menghadapi situasi tahun ajaran baru sekolah bagi dua orang anak kembarnya yang baru masuk SMA.

TribunJabar.id/Cipta Permana
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandung Juniarso Ridwan, serta anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Nenden Sukaesih dan Uung Tanuwijaya menerima aspirasi yang disampaikan oleh puluhan pekerja tempat hiburan dan pariwisata yang tergabung dalam Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B) di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung. Senin (20/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Puluhan pekerja tempat hiburan dan pariwisata yang tergabung dalam Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B), mengeluhkan nasib mereka dan menuntut kepastian kembali beroperasi tempat mencari nafkah kepada DPRD Kota Bandung, Senin (20/7/2020). Nasib mereka tak jelas setelah terdampak kebijakan penutupan sementara karena pandemi covid-19 sejak 21 Maret 2020 atau lima bulan lalu.

Karena belum adanya kejelasan kembali beroperasi tersebut, sediktinya 15 ribu karyawan tempat hiburan dan pariwisata di Kota Bandung, terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pihak manajemen tempat usahanya.

Salah seorang manajer dari salah satu tempat hiburan karaoke di Bandung, Muslih (45) mengaku, selain  terancam PHK, sejak beberapa bulan lalu dirinya tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi keluarganya.

Terlebih, dengan sisa penghasilan yang dimilikinya, ia pun harus menghadapi situasi tahun ajaran baru sekolah bagi dua orang anak kembarnya yang baru masuk SMA.

"Saya sudah tidak tahu harus bagaimana dan mengadu ke siapa lagi agar tempat saya kerja dan mencari nafkah bisa jelas kapan kembali di buka sejak lima bulan lalu ditutup, sementara pengeluaran kebutuhan sehari-hari terus terjadi. Apalagi saya memiliki anak kembar yang sekarang harus masuk SMA.

Maka kami datang mengadu kepada anggota dewan yang terhormat ini, agar dapat dicarikan solusi dari permasalahan ini," ujar Muslih saat ditemui seusai menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Kota Bandung. Senin (20/7/2020).

Pulang Merantau dari Madura, Warga Asal Desa Cimuncang Majalengka Dinyatakan Positif Covid-19

Mobil Pelat F Sukabumi Penuh Lumpur Diduga Ada di Lokasi Banjir Luwu Utara, Beredar di Grup-grup WA

Daftar Harga dan Spesifikasi HP Vivo Terbaru Bulan Juli 2020: Vivo X50 Pro Dibanderol Rp 9,9 Juta

Kondisi serupa dialami oleh karyawan dari tempat hiburan lainnya, Depi (40). Ia menuturkan, dampak yang ditimbulkan dari tidak adanya kejelasan pengoperasian ini, dirinya terpaksa melakukan aktivitas 'jual beli' dari sisa harta benda yang dimiliknya, agar dapat menyambung hidup.

Sebab tabungannya telah habis sejak satu bulan pasca dilakukan penghentian tempat usaha hiburan.

"Yang terjadi pada akhirnya saya terpaksa melakukan "jual beli", jual motor untuk beli beras, jual emas perhiasan milik istri untuk beli lauk pauknya, karena kami sudah tidak lagi memiliki penghasilan untuk bertahan hidup. Maka saya berharap, Pemerintah segera membuka kembali tempat usaha hiburan, apalagi kami sudah dilakukan peninjauan dan melaksanakan penerapan protokol kesehatan sesuai yang diminta oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19," ucapnya di lokasi yang sama.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved