Breaking News:

Persibmania

Kiper Persib Bandung Deden Natshir Didatangi Ketua KPU RI, Ada Apa Ya?

Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir didatangi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI

TribunJabar.id/Ferdian Nugraha
Muhammad Natshir atau Deden Natshir, kiper Persib Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir didatangi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman di kediamannya yang berlokasi di kawasan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/7/2020).

Kedatangan Arief bertujuan untuk mendaftarkan pemain yang akrab disapa Deden Natshir itu sebagai pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung.

Selain Arief, Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) setempat pun ikut untuk membantu proses pendaftaran Deden sebagai pemilih.

Jalani Program Latihan Bersama Persib dan Timnas U-19, Begini Tanggapan Beckham Putra

Deden yang merupakan warga asli Kabupaten Bandung merasa terhormat bisa disambingi langsung oleh Ketua KPU RI.

"Ya suatu kebanggaan dan kehormatan dengan ketua KPU RI kesini itu membuat saya senang apalagi ini pemilihan Pilkada serentak dan jadi kebanggaan serta kehormatan bagi keluarga, sangat senang atas kedatangannya. Mungkin warga disini juga menjadi suatu kehormatan dengan datangnya KPU," ujar Deden di kediamannya, Sabtu (18/7/2020).

Selain Deden, anggota keluarganya pun didaftarkan sebagai pemilih oleh petugas PPDP bersama Ketua KPU RI untuk mengikuti Pilkada.

Selain melakukan pendaftaran, Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Ketua KPU RI melakukan sosialisasi tentang Pilkada yang rencananya akan digelar pada 9 Desember 2020.

Sebagai warga negara yang baik, Deden mengaku akan menggunakan hak pilihnya pada Pilkada nanti.

"Karena usia juga sudah hampir 27, Saya tetap ikut dan saya tetap menyoblos dan ikuti aturan pemerintah," katanya.

Di sisi lain, Arief meminta agar masyarakat yang masih terkendala dengan data pribadinya bisa langsung melaporkannya kepada Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) setempat.

"Misalnya sudah berpindah namanya salah ketik atau apa saja, informasi itu silakan disampaikan kepada petugas pemutakhiran dan pencocokkan kita," kata Arief.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved