Breaking News:

BIJB Kertajati

Bandara Kertajati Majalengka Mulai Buka Tender untuk MRO, Hotel, dan Pusat Kargo

Rafi mengatakan pihaknya juga tengah menyelarasakan sejumlah rencana pengembangan bisnis.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (13/12/2018) 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) membuka proses tender untuk pembangunan sejumlah fasilitas penunjang Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan hal ini sejalan dengan percepatan penyelesaian Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang rencananya akan dioperasikan pada 2020.
Rafi mengatakan pihaknya juga tengah menyelarasakan sejumlah rencana pengembangan bisnis.

Rencana pembangunan fasilitas yang nantinya akan menjadi penunjang penerbangan Bandara Kertajati antara lai pembangunan hotel bintang 3 dan 4 dan fasilitas MICE (Meeetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang berada di satu kawasan bangunan terpadu.
“Selain itu kami juga akan membangun fasilitas maintenance, repair dan overhaul pesawat, serta cargo village. Saat ini sedang proses tender,” katanya melalui pesan digital, Minggu (19/7).

Rafi mengatakan jika proses ini selesai, diharapkan akhir tahun 2020 sudah pembangunan dan diharapkan awal tahun 2020 sudah beroperasi. 
“Khusus untuk kawasan Aerocity, percepatan penyelesaian review masterplan dan kelengkapan-kelengkapan dokumen tengah disiapkan untuk bisa segera dilakukan market sounding akhir tahun 2020,” katanya.

Niat dan Doa Salat Tahajud Lengkap dengan Bacaan Dzikir dan Keutamaannya

Bocah 5 Tahun yang Tewas dalam Toren di Cicalengka Diduga Dibunuh, Sang Ayah Tiba-tiba Menghilang

Menurut Rafi, luasan lahan untuk hanggar maintenance, repair, dan overhail (MRO), cargo village, dan bangunan terintegrasi untuk layanan multi moda telah siap. 
“MRO dari eksisting sekarang 15 hektare menjadi 40 hektar, ini terbesar di dunia,” ungkapnya.

Sementara pengembangan cargo village akan menambah kapasitas menjadi lebih luas dari saat ini yang sudah ada. 
“Yang eksis sekarang kecil kapasitasnya. Dua tiga tahun lagi kapasitasnya sudah tidak mencukupi, dalam review masterplan akan diperluas menjadi 30 hektare dan lokasinya berbeda dengan yang ada saat ini,” katanya.

Menurutnya langkah ini seluruhnya sudah sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 
“Sehingga saat Tol Csumdawu terhubung ke Bandara Kertajati, dari dan ke Kota Bandung dengan waktu tempuh 45 menit, kebutuhan penumpang, pelaku cargo dan airline yang selama ini dikeluhkan, sudah dapat terpenuhi,” katanya. (*)
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved