Breaking News:

Acara Hajat Khitanan Dibubarkan Paksa

VIDEO - Kepala Dusun Tagog Mengaku Gelar Dangdutan di Masa Pandemi Supaya Anaknya Tak Bermasalah

Sebelumnya, kami mengalami kegagalan dalam berencana hajatan dan rugi gede, akibat undangan sudah dibuat dan siap sebar

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kepala Dusun Tagog, Udin, tidak merasa keberatan atas pembubaran hiburan dalam hajat khitanan anaknya.

“Sejak kedatangan petugas kepolisian, kami juga menerima dengan lapangan dada. Sehingga hiburan yang kami gelar sewaktu hajat langsung berhenti,” ungkap Udin saat ditemui di rumahnya, desa setempat, Jum’at (17/7/2020).

Udin mengakui soal hiburan dalam hajat khitanan anaknya itu sempat diobrolkan dengan Kepala Desa Ciputat .

”Sebelumnya, kami mengalami kegagalan dalam berencana hajatan dan rugi gede, akibat undangan sudah dibuat dan siap sebar,” katanya.

Pengalaman itu, kata Udin, terjadi ketika Bulan Maret 2020 atau bertepatan dengan Kabupaten Kuningan dinyatakan berstatus siaga covid-19.

“Dari kejadian itu sudah tidak kepikiran. Kemudian kami rencanakan ulang dan pas di awal new normal atau bulan kemarin, rencana hiburan dalam hajat anak kami juga gagal dan kemarin saat melangsungkan hiburan di agenda hajat, juga kena pembubaran,” katanya.

 Sebanyak 225 Tukang Becak di Indramayu Komitmen Berhenti Merokok Agar Bisa Beli Beras

 Prediksi Soeharto 25 Tahun Lalu soal Kondisi Indonesia di Tahun 2020 jadi Kenyataan, Begini Katanya

 Zodiak Besok, Sabtu 18 Juli 2020: Gemini Manjakan Diri Dengan Pijatan, Scorpio Dapat Kejutan

Udin mengatakan, pihaknya tidak menganggap hal yang buruk peristiwa pembubaran yang sempat viral di media sosial itu. .

“Namun saya ambil hikmahnya dan ini sudah memenuhi nazar, juga gugur kewajiban,” katanya.

Ditanya soal biaya hajat, kata dia, semua keuangan dibayar penuh. “Terutama kepada pemain music yang kebetulan masih warga Kecamatan Ciawigebang,” ujarnya.

Memang diakuinya, manajer grup hiburan sempat menanyakan soal tidak full time saat menghibur, karena hanya tampil beberapa jam saja.

“Itu tidak jadi soal dan kami iklas bayar full sesuai hitungan per harinya. Ya, kalau dihitung hanya dua jam kurang. Dengan pembayaran full, ya itung – itung buang sial saja,” ungkap Udin lagi.

Terkait dengan  pembubaran pesta hajat khitanan yang digelar Kepala Dusun Tagog diketahui Kades Ciputat, Idris. Ia mengatakan, sebetulnya pelaksanaan hiburan yang di lakukan sohibul hajat tidak diperbolehkan itu diketahui pemerintah desa setempat.

"Terlebih dengan situasi dan masa pandemi covid19, yang harus waspada dan siaga melakukan pencegahan terhadap penyebaran bahaya virus corona,"ungkap Idris saat dihubungi melalui ponselnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved