Breaking News:

Ibu Rumah Tangga di Jombang Jalani Karantina Covid-19 Sebulan, 5 Anaknya Hanya Dibekali Rp 500 Ribu

permintaan Zulfadli untuk isolasi mandiri ditolak petugas meski di rumahnya ada lima anak yang masih harus diurus.

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ilustrasi Gedung Karantina - Gedung karantina untuk ODP Covid-19 di STAI Sayid Sabiq Indramayu di Jalan Raya Panyindangan Wetan Indramayu, Senin (6/4/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, harus menjalani karantina di rumah karantina Lapangan Tenis Indoor Jombang. Ibu rumah tangga bernama Zulfadli Mursidah (37), warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, harus meninggalkan lima anaknya.

Sejak sebulan lalu, Zulfadli dikarantina karena hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif. Sebelum dikarantina, perempuan itu merupakan ibu sekaligus ayah bagi lima anaknya karena suaminya sudah meninggal tujuh bulan lalu.

Kondisi lima anak Zulfadli terungkap saat hearing di DPRD Jombang, Jumat (17/7/2020). Hearing di ruang rapat paripurna DPRD digelar Komisi D dan dihadiri Dinas Kesehatan Jombang, pimpinan puskesmas se-Jombang, serta sejumlah pasien dan keluarga pasien positif Covid-19.

Listi Nur Khafifah (32), adik Zulfadli, mengungkapkan, permintaan Zulfadli untuk isolasi mandiri ditolak petugas meski di rumahnya ada lima anak yang masih harus diurus.

"Kakak saya janda, punya anak lima. Semuanya sekarang tanggung jawab saya karena ibunya dikarantina. Padahal, hanya reaktif," ungkap Listi di DPRD Jombang, Jumat.

Ini Alasan Pelaku Mengeroyok Anggota Polisi di Indramayu hingga Terluka Parah di Bagian Kepala

Lama Tak Nongol di TV, Diana Pungky Bikin Geleng-geleng Kepala, Tetap Cantik & Seksi di Usia 40an

4 Petugas Puskesmas Gunungsari yang Positif Corona Dapat Perawatan Intensif di RST Ciremai Cirebon

Anak pertama Zulfadli duduk di kelas II SMA, sedangkan yang paling kecil masih berusia dua tahun.

Saat meninggalkan anak-anaknya untuk menjalani karantina, Zulfadli hanya membekali anaknya dengan uang Rp 500.000.

Tak ada kejelasan Listi mengatakan, meski sudah satu bulan menjalani karantina, keluarga belum mendapatkan kejelasan kapan Zulfadli diperbolehkan pulang. Hasil pemeriksaan swab Zulfadli juga tak kunjung keluar.  

"Dulu masuk karantina karena waktu rapid test hanya reaktif. Positif atau negatif (swab), sampai sekarang kami belum tahu," ujar Listi saat dikonfirmasi Kompas.com seusai hearing di DPRD Jombang.

Sejak Zulfadli dikarantina, kelima anaknya tinggal di rumah tanpa kehadiran orangtua. Mirisnya lagi, tidak ada bantuan sosial kepada kelima anak Zulfadli.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved