Breaking News:

Viral Foto Seorang Perawat di Cianjur Tengah Menangis Sesenggukan dengan Foto SK Pemecatan

pihaknya akan menimbang dan mempelajari SK tersebut serta mengklarifikasi jangan sampai terjadi ada pemutusan sepihak.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Tangkapan foto seorang perempuan yang disebut sebagai perawat RSUD Sayang Cianjur menangis sesenggukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Jagat maya Cianjur dihebohkan dengan pemecatan seorang perawat honorer di rumah sakit Umum Daerah Sayang Cianjur berinisial RS.

Foto RS yang menangis sesegukan disandingkan dengan surat keputusan pemecatan dari RSUD Sayang Cianjur. Foto tersebut beredar luas dan menjadi viral sejak Kamis (16/7/2020) hingga  Jumat (17/7/2020) pagi ini.

Beragam komentar simpati datang dari berbagai kalangan netizen. Tak sedikit yang memberikan dukungan untuk RS yang disebut-sebut dipecat karena diduga berkecimpung di dunia partai politik. Namun dari pihak keluarga mengklarifikasi bahwa RS tak terlibat partai politik.

Wakil Ketua II Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Cianjur, Edi Sutanto, langsung menggelar pertemuan dan berencana segera beraudiensi dengan pihak direksi.

"Betul sudah viral karyawan rumah sakit yang kebetulan keluarga besar kami perawat di Rumah Sakit Cianjur dipecat, saya selaku salah satu pengurus di DPD PPNI akan berkoordinasi dengan ketua DPK Rumah sakit," ujar Edi, di sekretariat Cianjur Hospital Bikers Jumat (17/7/2020).

Daftar Harga HP Oppo Juli 2020: Oppo A31 Rp 2,8 Juta, Oppo A91 Rp 3,7 Juta, Oppo F15 Rp 3,8 Juta

TERNYATA Hal Ini yang Bikin Pangeran Charles Tergila-gila pada Camilla, Rela Tinggalkan Putri Diana

Kecamatan Rancasari di Kota Bandung Masuk Zona Merah Lagi, Ini Dia Penyebabnya

Edi mengatakan pihaknya akan menimbang dan mempelajari SK tersebut serta mengklarifikasi jangan sampai terjadi ada pemutusan sepihak.

Edi mengatakan jika ada informasi pemutusan sepihak pihaknya akan menempuh prosedur yang biasa yang ada dalam peraturan di lembaga profesi PPNI.

"Kami akan tempuh dengan tahap-tahap untuk mengklarifikasi mungkin untuk klarifikasi tersebut juga dilakukan pengumpulan data hasil investigasi di lapangan," katanya.

Edi mengatakan, rencananya hari ini pihaknya juga akan bertemu dengan RS.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved