Breaking News:

Pembangunan Pemakaman Dihentikan, Masyarakat Sunda Wiwitan: Salahkah Punya Pemakaman Adat Sendiri?

Pembangunan pasarean atau pemakaman masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan dihentikan

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Perwakilan Masyarakat Sunda Wiwitan Kuningan saat konferensi pers di kawasan Pamitran, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (17/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pembangunan pasarean atau pemakaman masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan di Situs Curug Goong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dihentikan.

Bahkan, Satpol PP Kabupaten Kuningan mengancam akan menyegel situs tersebut beserta hamparannya jika pembangunan masih dilakukan.

Polisi Bubarkan Paksa Pesta Pernikahan Megah di Kuningan, Tamu yang sedang Dangdutan Auto Bubar

Padahal, masyarakat AKUR Sunda Wiwitan telah menyetop seluruh kegiatan pembangunan di Situs Curug Goong karena menunggu Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Girang Pangaping Adat Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Okky Satrio Djati, mengatakan, hal itu sesuai surat teguran yang dilayangkan Satpol PP Kuningan yang meminta proses pembangunan dihentikan.

Jalan Berliku Zinedine Zidane Bawa Real Madrid Jadi Juara Setelah Tertinggal 12 Poin dari Barca

"Surat itu dikirimkan pada 29 Juni 2020, alasannya merujuk pada Perda Nomor 13 Tahun 2019 tentang IMB, pembangunan ini belum punya IMB," ujar Okky Satrio Djati saat konferensi pers di kawasan Pamitran, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (17/7/2020).

Karenanya, atas dasar tersebut pihaknya mengajukan permohonan IMB untuk pembangunan pemakaman yang rencananya diperuntukkan bagi sesepuh Masyarakat Sunda Wiwitan, Pangeran Djatikusumah, itu.

Ia mengatakan, permohonan IMB itu diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan pada 1 Juli 2020.

Suami Paksa Istri Berhubungan Intim dengan Tetangga untuk Lunasi Utang, Kini Korban Hamil Dua Bulan

Namun, pengajuan itu ditolak karena Perda mengenai IMB belum memiliki juklak dan juknis tentang pembangunan makam.

"Salahkah kami punya pemakaman dengan adat sendiri? Padahal, yang lain boleh dimakamkan di tanah sendiri dan menggunakan adat istiadat sendiri," kata Okky Satrio Djati.

Okky juga menjelaskan masyarakat Sunda Wiwitan berencana membangun pasarean Pangeran Djatikusumah di tanah seluas kira-kira satu hektare di Curug Goong.

Tanah tersebut merupakan peninggalan leluhur Sunda Wiwitan dan dibeli secara swadaya pada 2017 karena sebelumnya telah menjadi hak milik pemerintah.

Viral Foto Seorang Perawat di Cianjur Tengah Menangis Sesenggukan dengan Foto SK Pemecatan

Ia mengakui Masyarakat Sunda Wiwitan baru membeli satu hektare dari total tiga hekatare lahan di Situs Curug Goong tersebut.

"Kami patungan beli tanahnya, baru satu hektare, dan masih dua hektare lagi yang belum terbeli," ujar Okky Satrio Djati.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved