Breaking News:

BNN Jabar Tengarai Viking Persib Club Rawan Disusupi Pengedar Narkoba, Tak Segan Proses Hukum

"Kalau menggunakan kita sembuhkan, kalau pengedar kita proses, kalau lari ya ditembak.

TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Viking Persib Club kerja sama dengan BNN Provinsi Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat tak segan memproses hukum oknum kelompok Viking Persib Club (VLC) bila ditemukan menjadi pengedar narkoba.

Demikian dikatakan Kapala BNN Jawa Barat, Brigjen Sufyan Syarif, saat bertemu dengan komunitas Bobotoh, Viking Persib Club di kantor BNN Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (17/7/2020).

Dikatakan Sufyan, jika ada anggota VLC atau Bobotoh yang kedapatan menjadi pengguna narkoba, BNN akan membantu menyembuhkan, namun jika ada yang menjadi pengedar maka akan ditindak sesuai hukum.

"Kalau menggunakan kita sembuhkan, kalau pengedar kita proses, kalau lari ya ditembak. Tapi kalau menggunakan, saya akan sembuhkan rawat sebaik-baiknya, datang ke kami, yakin kami bantu. Pengguna nggak kita tahan, kita rehab dan itu gratis," ujar Sufyan.

Menurut Sufyan, kelompok suporter Persib ini rawan disusupi oknum-oknum pengguna dan pengedar narkoba. Sebab, kata dia, anggota VLC datang dari berbagai kalangan diseluruh Indonesia.

Jadwal dan Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Besok, Sabtu 18 Juli 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Empat Pintu Tol ke Bandung Ditutup

Sebanyak 225 Tukang Becak di Indramayu Komitmen Berhenti Merokok Agar Bisa Beli Beras

"Kalau sudah kumpul gitu kan ada yang nggak jelas dan mempengaruhi hal-hal negatif. Kita harus jaga, Viking harus jaga, nama baik harus dijaga untuk Persib untuk Jawa Barat," katanya.

Menurut Sufyan, beberapa jenis narkoba rawan masuk ke dalam kelompok suporter. Salah satunya seperti obat PCC yang harganya masih terjangkau dan mudah ditemukan.

"Zaman dulu ngelem, sekarang nggak zaman. Atau pil koplo dan oplosan yang kadar alkohol 90 persen itu ya bisa pecah pembuluh darah atau obat-obatan terlarang seperti PCC, itu sudah masuk golongan narkotika, itu sekali minum sepuluh butir, satu butir (Rp) dua ribu, modal Rp 20 ribu sudah bisa," ucapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua VLC, Heru Joko menyambut baik ajakan BNN untuk bekerja sama memberantas peredaran narkotika di kalangan Bobotoh.

Menurut Heru, narkoba dinilai salah satu faktor perusak di lingkup Bobotoh.

"Narkoba sangat bahaya, sangat merusak generasi muda, keharmonisan di Viking, jadi kami menunggu perintah dari BNN apa yang harus dikerjakan. Dari kelompok kami ada berbagai macam karakter, tidak semuanya baik. Kami ingin berusaha baik, semuanya benar," ujar Heru.

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved