Breaking News:

Nelayan Indramayu Keluhkan Kembali Beroperasinya Kapal Trawl di Perairan Papua

Salah seorang nelayan, Dasuki mengatakan, sedikitnya ada sebanyak 6 kapal Trawl yang diketahui beroperasi di sana.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Perahu nelayan saat bersandar di TPI Karangsong Indramayu, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para nelayan di perairan utara Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Indramayu mengeluhkan beroperasinya kembali kapal-kapal Trawl.

Belakangan diketahui, kapal-kapal Trawl itu sudah beroperasi di wilayah perairan Papua, tempat di mana para nelayan di Pantura mencari ikan.

Salah seorang nelayan, Dasuki mengatakan, sedikitnya ada sebanyak 6 kapal Trawl yang diketahui beroperasi di sana.

Kapal-kapal Trawl itu menggunakan alat tangkap pukat harimau sehingga membuat alat tangkap tradisional milik nelayan rusak, termasuk ekosistem biota laut yang berada di perairan tersebut.

"Jelas merusak, termasuk merusak terumbu karang. Yang jelas jaring-jaring kami ikut rusak gara-gara kapal Trawl itu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong Indramayu, Kamis (16/7/2020).

Alat tangkap Trawl ini sebelumnya dilarang pada era Menteri KKP Susi Pudjiastuti melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016.

Hanya saja, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sekarang ini diketahui tengah menggodok revisi aturan yang melarang alat tangkap ikan pukat Trawl dan sejenisnya tersebut.

Ini Harga Vivo X50 & X50 Pro, Baru Diluncurkan Dilengkapi Teknologi Gimbal, Pre Order Sampai 24 Juli

Janda 31 Tahun yang Jual Rumah & Cari Suami Ada Peminat, Kakek 72 Tahun Mau Beli Rumah & Menikahinya

Dijelaskan Dasuki, alat tangkap Trawl yang digunakan berupa pukat harimau itu memiliki jaring berbentuk kantong.

Tidak hanya menguras bibit ikan yang masih kecil hingga dewasa, tetapi juga menguras terumbu karang yang terdapat di dasar laut hingga membuatnya hancur.

Para nelayan pun menolak keras dengan beroperasinya kembali kapal Trawl karena akan berdampak pula pada ekonomi para nelayan.

"Sementara ini belum melakukan keluhan tapi saya mau mengajukan keluhan saya ini ke pemerintah pusat," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved