Breaking News:

Kawasan Wisata Lido Bogor Bakal Dikembangkan Jadi KEK Pariwisata Pertama di Jabar, Investasi Rp 38 T

KEK Pariwisata Lido pun diyakini akan mendongkrak pariwisata Jabar terutama di wilayah Kabupaten Bogor dan sebagian Kabupaten Sukabumi.

Editor: Machmud Mubarok
(Humas Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau kawasan wisata Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/20). Lido didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pertama di Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pengembangan kawasan wisata Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pertama di Jabar.

KEK pariwisata Lido ini merupakan satu dari tujuh KEK yang akan dikembangkan di Jabar.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan total nilai investasi KEK Pariwisata Lido di lahan seluas lebih dari seribu hektare ini mencapai Rp 38 triliun.

KEK Pariwisata Lido pun diyakini akan mendongkrak pariwisata Jabar terutama di wilayah Kabupaten Bogor dan sebagian Kabupaten Sukabumi.

"Nilai investasinya Rp 38 triliun, semoga menjadi KEK wisata pertama di Jabar yang sedang kita dorong agar disetujui pemerintah pusat," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, seusai meninjau kawasan wisata Lido, Rabu (15/7).

Jadwal Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha 2020, Bisa Dikerjakan Mulai Awal Bulan Dzulhijjah

Daftar Harga HP Oppo Bulan Juli 2020: Oppo A31 Rp 2,8 Juta, Oppo A91 Rp 3,7 Juta

Ibu di Tangerang Terpaksa Ngutang untuk Beli Pulsa Kuota, Pinjam HP, Demi Anak Bisa Belajar Online

Kang Emil menambahkan, KEK Pariwisata Lido bisa menjadi area wisata komprehensif pertama di Jabar yang berada dalam satu kawasan. Dengan begitu, salah satu keunggulannya adalah devisa dari luar negeri datang lebih cepat dan mudah.

"Pariwisata Jabar indah, hanya belum ada yang sifatnya komprehensif karena itu kita mengajak investor untuk membangun pariwisata yang skala komprehensif," ujar Kang Emil.

"Ternyata di Lido ini, grup MNC punya lahan lebih dari seribu hektare dan komprehensif. Segala macam kebutuhan ada dan ketika disetujui jadi KEK, devisa akan datang lebih cepat dan mudah serta kita juga bisa menghemat devisa keluar karena semuanya dibelanjakan di dalam negeri," tuturnya.

Adapun dalam pengembangan KEK Pariwisata Lido, Kang Emil berujar bahwa tenaga kerja yang akan terserap berjumlah 25 ribu orang hingga 2038.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved