Breaking News:

Kasus Penipuan

Terdesak Utang Sopir Pembuat Laporan Palsu Mengaku Jadi Korban Begal Belasan Juta di Majalengka

Dalam keterangan palsunya, dirinya telah dibegal oleh tiga orang pria bertato dan bersenjata serta uang Rp 11.800.000 amblas dibawa begal.

Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim mengungkap tindak pidana penipuan 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sopir pembuat laporan palsu di Kabupaten Majalengka baru menggunakan sebagian kecil uang hasil penjualan sayuran.
Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pelaku berinisial DW (62) itu baru menggunakan Rp 50 ribu dari total Rp 11.800.000 sebagai uang yang dilaporkan dibegal tersebut.
"Beruntung, baru sebagian kecil uangnya yang dipakai, katanya untuk jajan dan rokok-rokok begitu," ujar Bismo kepada Tribuncirebon.com, Rabu (15/7/2020).
Seperti diketahui, warga Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka itu nekat menipu polisi dengan membuat laporan palsu sebagai korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan (korban begal).
Namun, atas kejelian polisi yang melihat kecurigaan terhadap pelaku, petugas akhirnya menginterogasi pelaku yang berprofesi sebagai sopir tersebut.
"Kami tidak langsung percaya dengan laporan pelaku dan langsung melakukan penyelidikan. Karena dari hasil cek TKP petugas melihat banyak kejanggalan," ucapnya.
Bismo menjelaskan, dalam keterangan palsunya, dirinya telah dibegal oleh tiga orang pria bertato dan bersenjata serta uang Rp 11.800.000 amblas dibawa begal.
Pembegalan terjadi di Jalan Cikalong, Majalengka, pada Senin 6 Juli 2020.
Bahkan, guna meyakinkan laporannya, tersangka juga memecahkan kaca mobil menggunakan kunci roda.
"Pelaku akhirnya mengakui bahwa kejadian tersebut hanya rekayasa," jelas dia.
Kapolres menambahkan, sebelum melakukan pelaporan palsu, pelaku telah menjualan muatan sayur ke Pasar Jagasatru di Kota Cirebon.
Uang jutaan rupiah itulah yang rencananya akan dibawa pelaku dengan pura-pura telah dibegal.
"Kami menduga modus yang dilakukan tersangka ini, guna mengelabui terhadap pemilik sayuran dan pemilik mobil. Tersangka membuat laporan polisi seolah-olah terjadi pencurian dengan kekerasan. Menurut keterangan pelaku, uang tersebut akan digunakan untuk membayar hutang," kata Bismo.
"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 220 dan atau Pasal 266 dan atau Pasal 378 KUHPidana tentang kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman 7 tahun penjara," tuturnya.
Buat Laporan Palsu
Salah seorang berprofesi sopir warga Kabupaten Majalengka, nekat menipu polisi dengan membuat laporan palsu sebagai korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan (korban begal).
Kronologi kejadian itu bermula, saat pelaku membuat laporan ke Polsek Sukahaji, Polres Majalengka.
Ia mengaku, telah dibegal oleh tiga orang pria bertato dan bersenjata serta uang Rp 11.800.000 dibawa begal.
Pria berinisial DW (62) itu mengaku, pembegalan terjadi di Jalan Cikalong, Majalengka, pada Senin 6 Juli 2020.
Bahkan, guna meyakinkan laporanya, tersangka juga memecahkan kaca mobil menggunakan kunci roda.
"Namun, polisi tak lantas percaya dengan laporan pelaku dan langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil cek TKP petugas melihat banyak kejanggalan," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, dalam keterangan resminya di Mapolres setempat, Rabu (15/7/2020).
Selanjutnya, menurut Kapolres, petugas langsung melakukan interogasi terhadap pelapor dan kemudian tersangka langsung mengakui bahwa kejadian tersebut, hanya rekayasa.
"Pelaku diketahui berinisial DW (62) berprofesi sebagai sopir, warga Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka," ucapnya.
Kapolres menambahkan, bahwa uang yang mengaku dibegal itu, merupakan hasil menjual muatan sayuran ke Pasar Jagasatru.
"Kami menduga modus yang dilakukan tersangka ini, guna mengelabui terhadap pemilik sayuran dan pemilik mobil. Tersangka membuat laporan polisi seolah-olah terjadi pencurian dengan kekerasan," jelas dia.
"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara," kata Kapolres.
Pecahkan Kaca Mobil
Sebelumnya dalam dua pekan terakhir, Polres Majalengka berhasil mengungkap 5 kasus krimininalitas menonjol.
Masing-masing 3 kasus Curat dan 1 Curanmor serta 1 penipuan atau penggelapan 
Dari kelima kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 5 tersangka dan berbagai macam barang bukti.
"Tersangka Curat ada 3 orang dan Curanmor 1 orang serta untuk kasus membuat laporan palsu kedalam bukti otentik atau penipuan atau penggelapan 1 tersangka, ujar Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin, dalam keterangan resminya di Mapolres Majalengka, Rabu (15/7/2020).
Menurut Kapolres, 5 kasus yang berhasil diungkap itu, seluruhnya terjadi di bulan Juli 2020.
Mulai kasus pencurian telepon genggam di dua TKP, yakni di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.
Selanjutnya, kata dia, kasus pencurian ratusan potong pakaian milik seorang pedagang terjadi di Jalan Raya Kadipaten-Cirebon, Majalengka dan kasus curanmor yang terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukahaji, Majalengka.
"Kalau kasus penipuan atau penggelapan, ada 1 tersangka. Pelaku sendiri berprofesi sebagai sopir, modusnya membuat laporan palsu ke Polsek Sukahaji dan ia berpura-pura telah dirampok setelah menjual hasil muatan berupa sayuran ke Pasar Jagasatru, Cirebon dengan membawa hasil penjualannya sebesar Rp 11.800.000," ucapnya.
Kapolres menambahkan, modus yang dilakukan tersangka tersebut, guna mengelabui pemilik sayuran dan pemilik mobil itu.
Bahkan, guna meyakinkan laporanya, tersangka juga memecahkan kaca mobil menggunakan kunci roda.
Selanjutnya, tersangka membuat laporan polisi seolah-olah terjadi pencurian dengan kekerasan di sekitar Jalan Desa Cikalong, Sukahaji.
"Namun, dari hasil cek TKP petugas melihat banyak kejanggalan, sehingga kemudian dilakukan penyelidikan dan interogasi terhadap pelapor. Kemudian tersangka langsung mengakui bahwa kejadian tersebut, hanya rekayasa," jelas dia.
Kelima tersangka dari lima kasus tersebut, menurut dia, masing-masing berinisial TK alias Ucing (39) warga Kecamatan Dawuan, Majalengka, FS (20) warga Desa Kasokandel, Kecamatan Kasokandel, Majalengka.
Selanjutnya, MS alias Ciwong, penduduk Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, AZ alias Abdul (19) penduduk Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu dan DW (62) warga Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
"Kelima tersangka tersebut, saat ini sudah diamankan di Mapolres Majalengka, guna proses lebih lanjut. Akibat perbuatanya, para pelaku Curat akan dijerat pasal 363 KUHP dan Curanmor pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan, kasus penipuan atau penggelapan akan dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara," kata Kapolres.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved