Breaking News:

Maling Motor di Cirebon Bawa Pistol Mainan untuk Menakut-nakuti Kalau Ada yang Pergoki Saat Nyolong

Menurut dia, pelaku mencuri sepeda motor yang terparkir di warung jamu pada Rabu (6/7/2020).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2020). 

Maling Motor di Cirebon Ini Gunakan Pistol Mainan untuk Ancam Korbannya

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jajaran Satuan Reskrim Polresta Cirebon meringkus maling motor berinisial K (33) asal Indramayu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Rina Perwitasari, mengatakan, K kerap mengancam korbannya menggunakan pistol mainan.

Padahal, pistol mainan tersebut tidak ada gagangnya. Pistol mainan jenis revolver itu tampak hanya tedapat laras, blok silinder, dan pemicu.

"Memang (pistol maian) hanya digunakan untuk menakut-nakuti dan mengancam (korban)," ujar M Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan, K biasa mengeluarkan pistol mainan itu saat kondisinya terdesak.

Saat ini, pistol mainan tersebut telah diamankan sebagai barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan sementara, K juga mengaku baru beraksi satu kali di Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, pelaku mencuri sepeda motor yang terparkir di warung jamu pada Rabu (6/7/2020).

"Pelaku menggunakan kunci T untuk membobol kontak sepeda motor kemudian dibawa kabur," kata M Syahduddi.

Hingga kini, pihaknya juga masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringannya.

Pasalnya, ia mengakui tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut.

Selain itu, K juga dijerat Pasal 363 KUHP dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

"Ada kemungkinan keterlibatan pelaku dan TKP lain juga, masih kami dalami," ujar M Syahduddi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved