Breaking News:

Kota Bandung Perpanjang Masa AKB, Kawasan Secapa di Hegarmanah Ditutup Terapkan PSBM Secara Ketat

Klaster penyebaran Covid-19 di Secapa AD ini, katanya, memang dapat dikategorikan sebagai klaster yang sangat luar biasa dan dapat disebut sebagai ano

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Ery Chandra
Suasana depan pintu gerbang Secapa TNI AD di Hegarmanah Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyatakan kembali memperpanjang penerapan fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) selama 14 hari ke depan.

Keputusan itu diambil setelah menggelar rapat terbatas bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di ruang tengah, Balai Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, alasan pemerintah kembali memperpanjang AKB karena hingga hari ini angka reproduksi penularan virus masih berada di bawah satu.

"Pertama, ada beberapa hal yang dilaporkan paling utama angka reproduksi per hari kemarin 0,53, kita sudah dua kali 14 hari di bawah angka satu," ujar Yana, saat jumpa pers di Balai Kota, Jumat (10/7/2020).

Selain itu, kata dia, beberapa sektor yang sudah direlaksasi pun tidak menunjukkan adanya penularan Covid-19. Meski begitu, pihaknya tetap akan memperketat pengawasan di sektor yang sudah diberikan relaksasi.

"Beberapa kegiatan yang direlaksasi tidak ditemukan adanya penyebaran virus atau cluster baru, ke depan kita akan melakukan relaksasi secara hati-hati sesuai prosedur, melakukan simulasi dan diminta membuat surat pernyataan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di atas materai," katanya.

Hegarmanah Ditutup

Berkaitan dengan klaster baru Secapa AD, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar bersama Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pelacakan dan pengetesan kepada masyarakat di sekitar Secapa AD di Kota Bandung dan kontak erat pasien positif Covid-19 di klaster baru tersebut.

"Kami akan melakukan pengetesan di lingkungan sekitar. Itu wajib hukumnya bukan pilihan, enggak boleh nolak ya. Karena di Sukabumi (Setukpa) dulu bocor juga ke wilayah sekitarnya sehingga itu akan dilakukan oleh Pak Wali (Kota Bandung) secepatnya," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Jumat (10/7).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved