Breaking News:

Tinjau Daerah Lumbung Padi Indramayu, Anggota DPR RI dan Kementerian PUPR Pantau Saluran Irigasi

Ono Surono, melakukan kunjungan lapangan untuk memantau saluran irigasi dan memastikan air sampai ke lahan persawahan petani

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono bersama Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, Suparji saat meninjau saluran irigasi di Kecamatan Kandanghaur, Kamis (9/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, melakukan kunjungan lapangan untuk memantau saluran irigasi dan memastikan air sampai ke lahan persawahan petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (9/7/2020).

Dalam kunjungannya tersebut, Ono Surono yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Tenaga Kerja, dan Infrastruktur Nusyirwan Soejono; Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR Suparji; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Sirojudin; dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Indramayu.

Anggaran Covid-19 di Garut Mencapai Rp 234 Miliar, Tapi Honor & Insentif Awak Ambulans Belum Dibayar

"Indramayu mempunyai lahan sawah terbesar di Jawa Barat, masalah utamanya adalah selalu tentang kebutuhan air. Ini jadi ironi, lumbung padi tapi masih ribut soal kekurangan air,” ujar Ono Surono kepada Tribuncirebon.com.

Ono Surono menyampaikan, kedatangannya kali ini juga bersama anggota fraksi PDI Perjuangan sesuai perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk dapat melihat langsung keadaan irigasi yang ada di Kabupaten Indramayu.

"Kedepan seluruh infrastruktur pertanian harus bisa digunakan secara maksimal. Sehingga kita hari ini memastikan pemerintah bisa hadir membela petani," ujarnya.

Gelombang Tinggi Samudera Indonesia di Pantai Cipatujah Tasikmalaya Malah Jadi Tontonan Warga

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Tapi Harus Kerja di Luar? Lakukan Hal Ini Agar Tak Terpapar Corona

Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, Suparji menyampaikan, pihaknya sudah menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi di Sungai Cipanas.

"Ini semua kami lakukan agar dapat mengalirkan air sampai ke wilayah pertanian Kandanghaur Indramayu ini,” ujarnya.

Dalam hal ini, Suparji meminta agar para petani bisa disiplin mengikuti jatah gilir air, sehingga pendistribusian air bisa digunakan secara maksimal.

Petugas Kebersihan Temukan Uang Rp 500 Juta Dalam Plastik Hitam di KRL Commuter Line, Mengira Sampah

Adapun berdasarkan pantauan di lapangan, saluran irigasi sekarang sudah mulai berfungsi kembali dan membuat lahan persawahan milik petani yang sebelumnya kekeringan sudah kembali terairi air.

Di tempat yang sama, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KNTA) Kandanghaur, Waryono menambahkan, mengalirnya air menjadi berkah bagi para petani.

Di Kandanghaur sekarang ini, disebutkan dia sudah ada sekitar 1.437 hektare sawah yang sudah ditanami.

Sedangkan sekitar 2.000 hektare lagi belum ditanami.

Pelaku Penyebar Video Hoaks Penembakan, Ditangkap Polisi Saat Sedang Minum Kopi di Cirebon

Waryono berharap, aliran air ke areal pertanian bisa 3 hingga 5 kali lagi, agar panen masa tanam kedua ini tidak ada lahan yang mengalami puso atau gagal panen.

"Banyak laporan dari petani menyampaikan bahwa kendala petani pada masa tanam kedua selalu kekurangan pasokan air dan kurangnya perhatian dari dinas terkait," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved