Breaking News:

Kekeringan Indramayu

Plt Bupati Pantau Pendistribusian Air untuk Persawahan di Wilayah Indramayu Bagian Barat

Namun, dalam pemantauannya ini ia juga menemui beberapa permasalahan yang berpotensi menghambat lajunya air.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat saat mengecek pendistribusian air di wilayah Indramayu bagian barat, Rabu (8/7/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat kembali melakukan pemantauan pendistribusian air di wilayah Indramayu bagian barat yang mengalami kekeringan, Rabu (8/7/2020).
Pada kesempatan itu, Plt Bupati Indramayu sengaja menggunakan motor trail bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menyusuri tanggul sungai irigasi sejauh puluhan kilo meter.
Taufik Hidayat mengatakan, inspeksi ini dilakukan untuk memastikan pendistribusian air benar-benar berjalan lancar mengaliri persawahan milik petani.
Namun, dalam pemantauannya ini ia juga menemui beberapa permasalahan yang berpotensi menghambat lajunya air.
"Di pintu air BT 18 kita ada masalah serius yakni arus air yang menuju ke Kecamatan Gabuswetan terhambat oleh rel kereta api," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Imbasnya, pasokan air mengalami penurunan debit dan distribusi air ke wilayah-wilayah hulu terganggu.
Bukan hanya penurunan debit, di pintu air ini juga bertumpuknya sampah karena terhalang oleh rel kereta api.
Selain itu, di Bendung Sumur Watu (SW) dan Sipon SW 1 juga didapati sedimentasi yang sangat parah.
"Sipon SW 1 mengalami kerusakan, di sana bocor sehingga dorongan air tidak maksimal dan melebar kemana-mana," ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya pun akan berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait.
Sementara itu, ia memastikan upaya permintaan penambahan debit air yang dilakukan Sabtu (4/7/2020) lalu sudah bisa dirasakan para petani.
Ia berharap para petani bisa mencapai target panen pada musim gadu atau musim tanam kedua sekarang.
"Alhamdulilah, setelah inspeksi kemarin, sekarang air sudah masuk dan sampai ke wilayah hulu yang meliputi Kecamatan Gabuswetan, Losarang, dan Kandanghaur," ujarnya.
Di tempat yang sama, Camat Kandanghaur, Iim Nurahim menambahkan, air tersebut sudah masuk ke wilayahnya dan mengairi sawah-sawah petani sejak Senin (6/7/2020) kemarin.
"Sekarang petani sudah kembali bersemangat karena mengalirnya air. Bahkan sekarang petani mulai melakukan pemupukan terhadap sawahnya," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved