Breaking News:

Covid 19 di Kuningan

Masuk Zona Biru, Kuningan Belum Bisa Lakukan Kegiatan Belajar Mengajar Secara Tatap Muka

Dan perlu diiketahui untuk setiap lembaga pendidikan itu bisa memiliki ruang kelas atau rombongan belajar sebanyak 9 rombel

Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan, H Acep Purnama 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Meski status dalam masa pandemi covid-19 berada pada zona biru, Kabupaten Kuningan belum bisa menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara langsung atau tatap muka.

Demikian dikatakan Bupati Kuningan, H Acep Purnama saat ditemui seusai agenda pemda di ruang Rapat Linggajati, Komplek Setda Kabupaten Kuningan, Rabu (8/7/2020).

Acep mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Provinsi Jabar. Sebab, perlu diketahui dalam draft pembahasan dalam sektor pendidikan, untuk bisa melakukan KBM di setiap daerah itu harus berstatus zona hijau.

Daftar Harga HP Oppo Terbaru Bulan Juli 2020: Oppo A31 Rp 2,8 Juta, Oppo F15 Rp 3,8 Juta

Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan, Sepeda Lipat Element, United Hingga Polygon

Terpisah Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, H Uca Somantri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaksanaan KBM masih menunggu kebijakan Provinsi Jawa Barat.

“Ini kan masih ada jeda, tadi kita rapat bareng Bupati dan seluruh SKPD lain, bahwa untuk KBM belum bisa diterapkan seperti pada sebelumnya atau KBM tatap muka,” ungkap Uca saat dihubungi ponsel tadi.

Menyinggung soal penerapan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru, red) online, kata Uca, selama ini masih berjalan lancar dan belum menerima keluhan atau aduan kejanggalan daripada kegiatan PPDM tahun pelajaran sekarang.

“Seperti diketahui sebelumnya, waktu PPDB tahap pertama itu melalui jalur prestasi dan terbuka bagi calon siswa di berbagai daerah,” katanya.

Kemudian untuk tahap berikutnya, yakni melalui zonasi hingga saat ini pun berjalan lancar.

“Dan perlu diiketahui untuk setiap lembaga pendidikan itu bisa memiliki ruang kelas atau rombongan belajar sebanyak 9 rombel dan jika darurat atau kelebihan tenga pendidiknya, itu bisa lebih,” katanya.

Kemudian mengenai jumlah peserta didik setiap rombel. “Itu mendapat pembatasan yaitu sebanyak 32 calon pelajar sekolah bersangkutan,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved