Breaking News:

Kisah Hidup Idah, Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pemakaman, Hanya Andalkan Uluran Tangan Peziarah

Seorang janda tinggal bersama seorang anaknya di sebuah gubuk reyot. Ia terpaksa tinggal di rumah alakadarnya itu setelah rumahnya terbakar.

TribunJabar.di/Firman Wijaksana
Idah Wati (53) berbincang dengan Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat (kiri) dan anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan (kanan) di depan rumah panggungnya yang berada di Kampung Bojong, Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan. Rumah panggung itu berada di pinggir makam dan sudah ditempati Idah selama tujuh tahun. 

Laporan Warawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Seorang janda tinggal bersama seorang anaknya di sebuah gubuk reyot. Ia terpaksa tinggal di rumah alakadarnya itu setelah rumahnya terbakar pada tujuh tahun lalu.

//

Rumah Idah Wati (53), warga Kampung Bojong, Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, tak layak disebut sebuah rumah. Tempat tinggal Idah sekilas seperti kandang kambing.

Atap rumahnya hanya  terpal.

Dinding rumahnya hanya terdiri dari gundukan kayu yang dibangun tak beraturan. Bahkan di satu bagian dinding, hanya ditutup kain.

 Korban Keracunan Makanan Akikah hingga Tadi Malam Mencapai 85 Orang, Jumlahnya Berpotensi Bertambah

Jika hujan besar, beberapa bagian rumah kerap bocor. Rumah panggung itu pun rentan roboh karena pondasinya yang tak begitu kuat.

"Setelah rumah saya dulu kebakaran, saya enggak punya tempat tinggal. Alhamdulillah ada yang menempatkan di sini," ucap Idah ditemui di rumahnya, Selasa (7/7/2020).

Tanah rumah yang ditempati Idah itu merupakan tanah wakaf. Di belakang rumahnya terhampar pesawahan. Sedangkan di bagian depannya terdapat sebuah makam yang cukup besar.

Idah berprofesi sebagai pembersih makam.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved